Laporan Tugas Akhir BAB II

BAB II
KAJIAN TEORI

 

2.1    Sistem Informasi Manajemen

2.1.1    Konsep Dasar Sistem

    Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsystem). Misalnya, sistem komputer terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak.

Berikut beberapa definisi sistem menurut para ahli:

–    Menurut Jerry Fith Gerald; sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

–    Menurut Ludwig Von Bartalanfy; sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

–    Menurut Anatol Raporot; sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

–    Menurut L. Ackof; sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

 

Syarat-syarat Sistem:

  1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan.
  2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
  3. Adanya hubungan diantara elemen sistem.
  4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting daripada elemen sistem.
  5. Tujuan organisasi lebih penting daripada tujuan elemen.

Karakteristik Sistem

  1. Komponen (Component)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa subsistem suatu bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

  1. Batas Sistem (Boundary)

        Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan, karena dengan batas sistem ini fungsi dan tugas dari subsistem yang satu dengan lainnya berbeda tetapi saling berinteraksi. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

  2. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

        Segala sesuatu diluar dari batas sitem yang mempengaruhi operasi dari suatu sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Lingkungan luar yang menguntungkan harus dipelihara dan dijaga agar tidak hilang pengaruhnya, sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus dimusnahkan dan dikendalikan agar tidak mengganggu operasi sistem.

  3. Penghubung Sistem (Interface)

        Interface merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya untuk membentuk satu kesatuan, sehingga sumber-sumber daya mengalir dari subsistem yang satu ke subsistem yang lainnya.

  4. Masukan Sistem (Input)

        Input merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa Masukan Perawatan (Maintenance Input) yang merupakan yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi; atau Masukan Sinyal (Signal Input) yang merupakan energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran.

  5. Keluaran Sistem (Output)

Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem yang meliputi: keluaran yang berguna dan keluaran yang tidak berguna. Keluaran yang berguna contohnya informasi yang dikeluarkan oleh komputer, sedangkan keluaran yang tidak berguna dikenal sebagai sisa pembuangan, contohnya panas yang dikeluarkan oleh komputer.

  1. Pengolah Sistem (Process)

Pengolah sistem merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.

  1. Tujuan Sistem (Goal)

Setiap sistem pasti mempunyai tujuan ataupun sasaran yang mempengaruhi input yang dibutuhkan dan output yang dihasilkan. Dengan kata lain suatu sistem akan dikatakan berhasil kalau pengoperasian sistem itu mengenai sasaran atau tujuannya. Sistem yang tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak aka nada gunanya.

Gambar 2.1 Karakteristik Suatu Sistem

 

    Sistem memiliki beberapa klasifikasi, diantaranya adalah:

  1. Sistem Abstrak
    (Abstract System); merupakan sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Contohnya Sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan Tuhan dengan manusia.
  2. Sistem Fisik (Physical System); merupakan sistem yang ada secara fisik sehingga setiap makhluk dapat melihatnya. Contohnya Sistem Komputer, Sistem Akuntansi, Sistem Produksi, dan sebagainya.
  3. Sistem Alamiah (Natural System); sistem yang terjadi melalui proses alam, dalam artian tidak dibuat oleh manusia. Contohnya Sistem Tata Surya, Sistem Galaxi, Sistem Reproduksi, dan sebagainya.
  4. Sistem Buatan Manusia (Human Made System); sistem yang dirancang oleh manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin, disebut human machine system. Contohnya Sistem Informasi.
  5. Sistem Tertentu (Deterministic System); beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Contohnya Sistem Komputer.
  6. Sistem Tak Tentu (Probabilistic System); sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Contohnya Sistem Manusia.
  7. Sistem Tertutup (Close System); sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya, bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luar. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relatively closed system (secara relative tertutup, tidak benar-benar tertutup).
  8. Sistem Terbuka (Open System); sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Lebih spesifik disebut dengan sistem terotomasi, yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi dengan control oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.

Pelaku Sistem

Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok, yaitu:

  1.     Pemakai; Pada umumnya ada 3 jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
  2. Manajemen; Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan.
  3. Pemeriksa; Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
  4. Penganalisa sistem yang mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut:
    1. Arkeolog; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan, bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.
    2. Innovator, yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain.
    3. Mediator; yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
    4. Pimpinan proyek; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum menjadi porsi penganalisa sistem.
  5. Pendesain sistem; Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
  6. Programmer; Mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.
  7. Personal pengoperasian; Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer, misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup.

Metode Sistem

  • Blackbox Approach

    Suatu sistem dimana input dan output-nya dapat didefinisikan tetapi prosesnya tidak diketahui atau tidak terdefinisi. Metode ini hanya dapat dimengerti oleh pihak dalam (yang menangani) sedangkan pihak luar hanya mengetahui masukan dan hasilnya. Sistem ini terdapat pada subsistem tingkat terendah. Contohnya bagian percetakan uang, proses pencernaan.

  • Analityc System

    Suatu metode yang mencoba untuk melihat hubungan seluruh masalah untuk menyelidiki kesistematisan tujuan dari sistem yang tidak efektif dan evaluasi pilihan dalam bentuk ketidak-efektifan dan biaya. Dalam metode ini beberapa langkah diberikan seperti di bawah ini:

     

    • Menentukan identitas dari sistem
      • Sistem apa yang diterapkan.
      • Batasannya.
      • Apa yang dilaksanakan sistem tersebut.
    • Menentukan tujuan dari sistem.
      • Output yang dihasilkan dari isi sitem.
      • Fungsi dan tujuan yang diminta untuk mencoba menanggulangi lingkungan.
    • Bagian-bagian apa saja yang terdapat dalam sistem dan apa tujuan dari masing-masing bagian tersebut.
      • Tujuan masing-masing bagian sistem harus jelas.
      • Cara apa yang digunakan subsistem untuk berhubungan dengan subsistem lain.
    • Bagaimana bagian-bagian yang ada dalam sistem itu saling berhubungan menjadi satu kesatuan.

       

2.1.2    Konsep Dasar Informasi

Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal atau data-item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Dalam dunia bisnis, kejadian-kejadian yang terjadi adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi. Kesatuan nyata adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.

Siklus Informasi

    Data merupakan bentuk yang masih mentah dan belum dapat berceritera banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf-huruf atau alphabet, angka-angka, berbentuk suara, sinyal-sinyal, gambar-gambar dan sebagainya.

Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model proses tertentu. Melalui suatu model, data diolah menjadi informasi yang kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya hingga membentuk suatu siklus. Siklus ini oleh John Burch disebut dengan siklus informasi (information cycle) atau ada yang menyebutnya dengan istilah siklus pengolahan data (data processing cycles).

Gambar 2.2 Siklus Informasi

Kualitas Informasi

    Kualitas suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu:

  1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan, tidak menyesatkan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
  2. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat atau dengan kata lain harus up-to-date.
  3. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya.

2.1.3    Definisi Sistem Informasi

    Untuk memahami pengertian sistem informasi, harus dilihat keterkaitan antara data dan informasi sebagai entitas penting pembentuk sistem informasi. Data merupakan nilai, keadaan, atau sifat yang berdiri sendiri lepas dari konteks apapun. Sedangkan informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang (Davis, 1995).

Gambar 2.3 Konsep Sistem Informasi

Komponen Sistem Informasi

Stair (1992) menjelaskan bahwa sistem informasi berbasis komputer (CBIS) dalam suatu organisasi terdiri dari komponen-komponen berikut:

  1. Perangkat keras, yaitu perangkat keras komponen untuk melengkapi kegiatan memasukan data, memproses data, dan keluaran data.
  2. Perangkat lunak, yaitu program dan instruksi yang diberikan ke komputer.
  3. Database, yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem informasi.
  4. Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
  5. Manusia, yaitu personel dari sistem informasi, meliputi manajer, analisis, programmer dan operator, serta bertanggungjawab terhadap perawatan sistem.

Sementara Burch dan Grudnistki berpendapat bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen, diantaranya:

  1. Blok Masukan (Input Block). Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input di sini termasuk metode-metode dan media untuk menangka data yang akan dimasukan yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
  2. Blok Model (Model Block). Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
  3. Blok Keluaran (Output Block). Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkat manajemen serta semua pemakai sistem.
  4. Blok Teknologi (Technology Block). Teknologi merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan sekaligus mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
  5. Blok Database (Database Block). Database merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
  6. Blok Kendali (Control Block). Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sisem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.1.4    Definisi Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen (SIM) adalah sebuah sebuah sistem informasi pada level manejemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dengan, menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu. SIM mengambil data mentah dari TPS dan mengubahnya menjadi kumpulan data yang lebih berarti yang dibutuhkan manager untuk menjalankan tanggung jawabnya. Untuk mengembangkan suatu SIM, diperlukan pemahaman yang baik tentang informasi apa saja yang dibutuhkan manejer dan bagaimana mereka menggunakan informasi tersebut. (Al Fatta 2007, hal 12).

Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.

SIM (Sistem Informasi Manajemen) dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.

Secara teori, komputer tidak harus digunakan didalam SIM, tetapi kenyataannya tidaklah mungkin SIM yang komplek dapat berfungsi tanpa melibatkan elemen komputer. SIM selalu berhubungan dengan pengolahan informasi yang didasarkan pada komputer (computer-based information processing).

Gambar 2.4 Informasi dan SIM untuk semua tingkat manajemen

 

2.2    Konsep Dasar Santri

Santri adalah sebutan bagi murid yang mengikuti pendidikan di pondok pesantren. Sedangkan menurut KBBI, santri adalah orang yang mendalami agama, orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh, dan orang yang saleh.

Dari pengertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa santri adalah seseorang yang sedang mendalami ilmu agama Islam di pesantren yang berperilaku mencerminkan ketaatannya kepada Allah SWT. Namun di Yayasan Khazanah Kebajikan, santri merupakan anak yatim, piatu, yatim-piatu, dan fakir miskin yang tinggal di sebuah asrama yang ada di Yayasan Khazanah Kebajikan.

Selain tinggal dan menetap, santri di Yayasan Khazanah Kebajikan juga mendapatkan kesempatan pendidikan yang cukup layak mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga perguruan tinggi.

 

2.3    Website

Seiring dengan kemajuan internet maka jumlah website yang ada di dunia maya pun semakin menjamur, hal ini ditandai dengan munculnya website-website baru. Kalau kita berbicara mengenai website tentunya semuanya tidak akan pernah sama, ada website pribadi, website perusahaan, website pemerintahan, website e-commerce, website
i-banking, website berita, website hiburan, dan masih banyak lagi. Sebagai seorang webmaster tentu harus bisa membedakan jenis-jenis website tersebut agar apa yang dibuat bisa sesuai keinginan. Kita akan mencoba membahas per satu perbedaan dari website-website tersebut.

Website merupakan kumpulan halaman web yang saling terhubung dan file-filenya saling terkait. Web terdiri dari page atau halaman, dan kumpulan halaman yang dinamanakan homepage. Homepage berada dibawahnya. Biasanya setiap halaman di bawah homepage disebut child page, yang berisi hyperlink ke halaman lain dalam web. Website awalnya merupakan suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink, yang memudahkan surfer atau pengguna internet melakukan penelusuran informasi di internet. Informasi yang disajikan dengan web menggunakan konsep multimedia, informasi dapat disajikan dengan menggunakan banyak media, seperti teks, gambar, animasi, suara atau film.

Ada beberapa kelebihan dan manfaat website sehingga banyak orang membutuhkan kehadirannya, di antaranya:

  • Memiliki alamat secara online
  • Jangkauan tanpa batas sehingga dapat diakses oleh pengguna di seluruh dunia daam waktu yang tak terbatas.
  • Situs personal dapat berfungsi sebagai juru bicara untuk menuangkan ide, gagasan, kritik, saran, berbagi ilmu, dan suara hati lainnya yang ingin dituangkan kedalam situs melalui tulisan. Pada akhirnya menjadi “image branding” terhadap orang yang bersangkutan. Hal ini sudah dilakukan oleh banyak orang yang, dan ini terbukti banyaknya orang “selebritis IT” hanya karena tulilsan yang yang ada di situs pribadinya.
  • Menjadi cermin pribadi maupun citra perusahaan apabila fitur yang disediakan cukup interaktif dan dinamis.

2.3.1    Sejarah Website

Internet telah membuat revolusi baru dalam dunia komputer dan duniakomunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya. Beberapa penemuan telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntunmenuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya tanpa dibatasi oleh kondisi geografis. Internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan infrastruktur teknologi informasi.

Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini. Perkembangan Sejarah intenet dapat dibagi dalam empat aspek yaitu1.Adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data.

 

2.4    Sistem Basis Data

2.4.1    Pengertian Data

    Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, bunyi atau kombinasinya. (Fathansyah 2007, hal2).

Data adalah rekaman mengenai fenomena atau fakta yang ada atau yang terjadi. Data pada pokoknya refleksi fakta yang ada. (Hariyanto 2008, hal193)

2.4.2    Pengertian Basis Data

Basis data adalah kumpulan data (elementer) yang secara logik berkaitan dalam merepresentasikan fenomena atau fakta secara terstruktur dalam domain tertentu untuk mendukung aplikasi pada sistem tertentu. (Hariyanto 2008, hal195)

Basis data adalah himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. (Fathansyah 2007, hal2)

Secara umum, Basis data atau database merupakan kumpulan data terhubung yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media tanpa adanya kerangkapan data, sehingga mudah untuk digunakan kembali dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara optimal, data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan menggunakannya, data disimpan sedemikian rupa sehingga apabila ada penambahan, pengambilan dan modifikasi dapat dilakukan dengan mudah dan terkendali.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu:

  1. Bersifat data orientasi dan bukan program oriented.
  2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah baris datanya.
  3. Dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
  4. Dapat memenuhi sistem-sistem baru secara mudah.
  5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
  6. Kerangkapan data dapat diminimalkan.

 

Sistem basis data adalah sistem yang terdiri dari kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer) dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai dan atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut. (Fathansyah 2007, hal9)

Komponen Sistem Basis Data

Sistem basis data merupakan sistem penyusunan berkas data yang saling terpadu, yang memiliki komponen-komponen sebagai berikut:

  • Perangkat Keras (Hardware)

    Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sebuah sistem basis data adalah:

  1. Komputer (satu untuk sistem yang stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem jaringan).
  1. Memori sekunder yang on-line (Harddisk).
    1. Memori sekunder yang off-line (Tape atau Removable Disk) untuk keperluan backup data.
  2. Media/perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan).
  • Sistem Operasi (Operating System)

    Secara sederhana, Sistem Operasi merupakan program yang mengaktifkan/memfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer (operasi I/O, pengelolaan file, dan lain-lain).

  • Basis Data (Database)

        Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat berisi/memiliki sejumlah objek basis data (seperti file/tabel, indeks dan lain-lain). Di samping berisi/menyimpan data, setiap basis data juga mengandung/menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun objek-objeknya secara detail).

  • Sistem Pengelola Basis Data (Database Management System/DBMS)

        Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah Perangkat Lunak (Sistem) yang khusus/spesifik. Perangkat lunak inilah (disebut DBMS) yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali.

        Perangkat lunak yang termasuk DBMS seperti dBase III+, dBase IV, FoxBase, Rbase, MS-Access dan Borland-Paradox (untuk kelas sederhana) atau Borland-Interbase, MS-SQLServer, CA-Open Ingres, Oracle, Informix dan Sybase (untuk kelas kompleks/berat).

  • Pemakai (User)

        Ada beberapa jenis/tipe pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem:

  1. Programmer Aplikasi

    Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk (seperti C, Pascal, Cobol, dan lain-lain).

  2. User Mahir (Casual User)

    Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query (untuk akses data dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS).

  3. User Umum (End User Naive User)

    Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melaui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable
    program) yang telah ditulis/disediakan sebelumnya.

  4. User Khusus (Specialized User)

    Pemakai yang menulis aplikasi basis data non-konvensional tetapi untuk keperluan-keperluan khusus, seperti untuk aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolah Citra, dan lain-lain yang bisa saja mengakses basis data dengan/tanpa DBMS yang bersangkutan.

  • Aplikasi (Perangkat Lunak) Lain

            Aplikasi (Perangkat Lunak) lain ini bersifat opsional. Artinya, ada/tidaknya tergantung pada kebutuhan kita. DBMS yang kita gunakan lebih berperan dalam pengorganisasian data dalam basis data, sementara bagi pemakai basis data (khususnya yang menjadi end-user/naive-user) dapat dibuatkan/disediakan program khusus/lain untuk melakukan pengisian, pengubahan dan pengambilan data.

Arsitektur Sistem Basis Data

    Arsitektur sistem basis data terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:

  1. Internal level

    Internal level disebut juga internal view, yaitu tingkat yang basis datanya secara fisik ditulis atau disimpan di media storage.

  2. Eksternal level

    Disebut juga dengan individual user view, yaitu tingkat yang data di basis data dilihat berdasarkan kebutuhan masing-masing aplikasi di user atau level yang berkaitan erat dengna para pemakai.

  3. Konseptual level

    Disebut juga community user view, yaitu tingkat yang user view dari aplikasi yang berbeda digabungkan sehingga menggunakan basis data secara keseluruhan dengan menyembunyikan penyimpanan data secara fisik atau level yang merupakan penghubung dari internal level dan eksternal level.

2.5    PHP

PHP adalah bahasa pemrograman yang digunakan secara luas untuk penanganan pembuatan dan pengembangan sebuah web dan bisa digunakan pada HTML. PHP merupakan singkatan dari “PHP: Hypertext Prepocessor“, dan merupakan bahasa yang disertakan dalam dokumen HTML sekaligus bekerja di sisi server (server-side HTML-embedded scripting). Artinya sintaks dan perintah yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan pada halaman HTML biasa, sehingga script-nya tak tampak di sisi client.

PHP dirancang untuk dapat bekerja sama dengan database server dan dibuat sedimikian rupa sehingga pembuatan dokumen HTML yang dapat mengakses database menjadi begitu mudah. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi dimana aplikasi tersebut yang dibangun oleh PHP pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan di server.

 

Seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP, namun kekuatan yang paling utama PHP adalah pada konektivitasnya dengan sistem database di dalam web. PHP mendukung banyak sistem database, salah satunya yang paling sering digunakan adalah database MySQL.

PHP dapat berjalan diberbagai sistem operasi seperti Windows 98/NT, UNIX/LINUX, Solaris maupun Macintosh. Keunggulan lainnya dari PHP adalah PHP juga mendukung komunikasi dengan layanan seperti protocol IMAP, SNMP, NNTP, POP3 bahkan HTTP.

Ada beberapa alasan mengapa banyak orang yang beralih ke PHP, diantaranya adalah:

  1. PHP bersifat open source dan bisa diperoleh secara gratis.
  2. PHP mudah dipelajari dibandingkan dengan produk lain yang mempunyai fungsi yang sama.
  3. PHP bersifat embedded yang penulisan script PHP menyatu dengan HTML sehingga memudahkan pembuatannya.
  4. PHP dapat dijalankan di banyak Platform.
  5. PHP meningkatkan kecepatan dari proses script.
  6. PHP mempunyai fleksibilitas tinggi, menyamai high level programming language seperti bahasa C.
  7. Life Cycle yang singkat, sehingga PHP selalu up-to-date mengikuti perkembangan teknologi internet.

2.6    MySQL

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL atau DBMS yang multithread dan multi-user. MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL.

MySQL sebenarnya merupakan turunan dari SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Sebagai database server, MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL bisa sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase.

Selain itu MySQL juga memiliki beberapa keistimewaan, antara lain:

  1. Portability, MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan lainnya.
  2. Open source. MySQL didistribusikan secara gratis.
  3. Multiuser. MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu bersamaan.
  4. Performance tuning. MySQL dmemiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana.
  5. Column types. MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed/unsigned integer, float, double, char, text, date, timesmap, dan lain-lain.
  6. Command dan functions. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam query.
  7. Security. MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta password terenkripsi.
  8. Scalability dan limits. MySQL mampu menangani database dalam skala besar dengan jumlah records lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris.
  9. Connectivity. MySQL dapat melakukan koneksi dengan client menggunakan protocol TCP/IP, UNIX atau Named Pipes (NT).
  10. Localisation. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada client dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa.
  11. Interface. MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API.
  12. Clients dan tools. MySQL dilengkapi dengan berbagai tool yang dapat digunakan untuk administrasi database dan pada setiap tool yang ada disertakan petunjuk online.
  13. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih flesksibel.

    2.7    UML (Unified Modeling Language)

UML (Unified Modeling Language) merupakan sistem arsitektur yang bekerja dalam OOAD (Object Oriented Analysis and Design) dengan satu bahasa yang konsisten untuk menentukan, visualisasi, mengkonstruksi, dan mendokumentasikan artifact yang terdapat dalam sebuah software. UML merupakan bahasa pemodelan yang paling sukses dari tiga metode OO (Object Oriented) yang telah ada sebelumnya, yaitu Booch, OMT, OOSE. UML merupakan kesatuan dari ketiga metode pemodelan tersebut dan ditambah kemampuan lebih karena mengandung metode tambahan untuk mengatasi masalah pemodelan yang tidak dapat ditangani ketiga metode tersebut.

Tujuan UML diantaranya adalah untuk :

  1. Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti umum.
  2. Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa.
  3. Menyatukan praktik-praktik terbaik (Best Practise) yang terdapat dalam pemodelan.

UML tidak mencakup :

  1. Bahasa Pemrograman.

UML adalah bahasa pemodelan visual, bukan dimaksudkan untuk menjadi suatu bahasa pemrograman visual, tetapi UML memberikan arah untuk bergerak ke arah kode, dalam aplikasi Visual UML model tertentu dapat melakukan konversi dari model yang sudah dibuat menjadi skeleton code.

  1. Tool (Software aplikasi) pemodelan.

Membuat standar sebuah bahasa diperlukan oleh tool-tool dan proses. UML mendefinisikan semantik dan notasi, bukan sebuah tool. Contoh tool yang menggunakan UML sebagai bahasanya adalah Rational Ros, Enterprise Architect, Visual Paradigm.

  1. Proses Rekayasa.

UML digunakan sebagai bahasa dalam proyek denga proses yang berbeda-beda. UML bebas dari proses dan mendefinisikan sebuah proses standar bukan tujuan UML atau RFP dari OMG.

2.8    Perangkat Lunak Pendukung

2.8.1    XAMPP

    XAMPP adalah perangkat lunak bebas yang mendukung banyak sistem operasi yang merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl.

Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam GeneralPublic License (GNU) dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis. Untuk mendapatkannya dapat mendownload langsung dari web resminya.

XAMPP adalah kepanjangan yang masing-masing hurufnya adalah:

X : Program ini dapat dijalankan dibanyak sistem operasi, seperti Windows, Linux, Mac OS, dan juga Solaris.

A : Apache, merupakan aplikasi web server. Tugas utama Apache adalah menghasilkan halaman web yang benar kepada user berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat web, maka dapat saja suatu database diakses terlebih dahulu (misalnya dalam MySQL) untuk mendukung halaman web yang dihasilkan.

M : MySQL, merupakan aplikasi database server. Perkembangannya disebut SQL yang merupakan kepanjangan dari Structure Query Language. SQL merupakan bahasa terstruktur yang digunakan untuk mengolah database. MySQL dapat digunakan untuk membuat dan mengelola database beserta isinya. Kita dapat memanfaatkan MySQL untuk menambahkan, mengubah dan menghapus data yang berada dalam database.

P : PHP, bahasa pemrograman web. Bahasa pemrograman PHP merupakan bahasa pemrograman untuk membuat web yang bersifat server-side scripting. PHP memungkinkan kita untuk membuat halaman web yang bersifat dinamis. Sistem manajemen basis data yang sering digunakan bersama PHP adalah MySQL.

P : Perl adalah bahasa pemrograman untuk segala keperluan, dikembangkan pertama kali oleh Larry Wall di mesin Unix. Perl dirilis pertama kali pada tanggal 18 Desember 1987 ditandai dengan keluarnya Perl 1. Pada versi-versi selanjutnya, Perl tersedia pula untuk berbagai sistem operasi varian Unix (SunOS, Linux, BSD, HP-UX), juga tersedia untuk sistem operasi seperti DOS, Windows, Power PC, BeOS, VMS, EBCDIC, dan PocketPC.

 

2.8.2    Dreamweaver

Dreamweaver adalah suatu bentuk program editor web yang dibuat oleh macromedia. Dengan program ini seorang programmer web dapat dengan mudah membuat dan mendesain webnya. Dreamweaver adalah editor yang komplit yang dapat digunakan untuk membuat animasi sederhana yang berbentuk layer. Dengan adanya program ini akan memudahkan mengetik script-script format HTML, PHP, ASP maupun bentuk program yang lainnya.

        Dreamweaver ini banyak digunakan oleh para pengembang web karena fitur-fiturnya yang menarik dan kemudahan untuk menggunakannya. Versi terakhir Adobe Dreamweaver adalah Adobe Dreamweaver CS6. Macromedia Dreamweaver berubah menjadi Adobe Dreamweaver karena Macromedia di akuisisi oleh Adobe System sehingga seluruh produk yang dibuat oleh Macromedia kini diawali dengan kata Adobe.

    Aplikasi Dreamweaver CS6 secara default menyediakan beberapa shortcut untuk menjalankan perintah yang ada. Namun jumlah shortcut ini masih terbatas. Aplikasi Dreamweaver CS6 terhubung dengan browser Firefox dan browser Internet Explorer agar bisa menampilkan preview desain melalui salah satu browser tersebut.    Dreamweaver merupakan software web desain yang menawarkan cara mendesain website dengan cara sekaligus dalam satu waktu yaitu mendesain dan memogram.Dreamweaver memiliki dua area kerja, berupa kode-kode HTML tertulis. Setiap kita mendesain website seperti: mengetik kata-kata, meletakan gambar, table dan sebagainya didesain view. Maka tag-tag HTML akan tertulis secara langsung mengiringi proses pengaturan website. Artinya kita memiliki kesempatan untuk mendesain website sekaligus mengenal tag-tag HTML yang membangun websitetadi. Disamping itu kita juga mendesain website hanya menulis tag-tag dan teks laindi jendela HTML/code view. Dream weaver juga mempunyai kelebihan yaitu mampumengenali tag-tag lain diluar HTML seperti ASP, PHP, serta mendukung scrip-scripdinamis HTML dan CSS Style.

2.8.3    Cascading Style Sheet (CSS)

CSS merupakan fitur yang sangat penting dalam membuat Dynamic HTML. Meskipun bukan merupakan suatu keharusan dalam membuat web, akan tetapi penggunaan style sheets merupakan kelebihan tersendiri.

Suatu style sheet merupakan tempat untuk mengontrol dan me-manage
stylestyle yang ada. CSS mendeskripsikan bagaimana tampilan dokumen HTML di layar yang juga disebut sebagai template dari dokumen HTML yang digunakan. Dengan style sheets juga dapat membuat efek-efek special di web.

Secara teoritis style sheet technology bisa digunakan dengan HTML, akan tetapi pada prakteknya hanya Cascading Style Sheet (CSS) technology yang support pada hampir semua web browser.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s