Salah Jalan

Saya lulusan SMK jurusan Administrasi Perkantoran. Dulu ketika di SMP, saya ingin sekali masuk ke SMA dan mengambil jurusan IPA. Namun, karena saya bukan golongan orang yang mampu, saya lebih memilih masuk ke SMK dan berharap setelah lulus saya bisa bekerja dan bisa meringankan beban orang tua saya. Ternyata kenyataan tak sesuai harapan saya. Setelah lulus, saya mendapatkan tawaran beasiswa untuk kuliah D3 jurusan TKJ selama 2 tahun. Siapa juga yang tidak tertarik dengan tawaran tersebut? Kuliah D3, gratis dan hanya 2 tahun. Saya pun tertarik dan akhirnya saya mengambil tawaran tersebut.

Setelah mengikuti interview, saya lolos dan keesokkan harinya saya mulai magang di perusahaan yang menyalurkan beasiswa tersebut. Magang? Ya, program beasiswa ini bukan hanya kuliah tetapi juga kita diharuskan untuk mengabdi dengan magang selama kuliah. Soal bayaran, jangan ditanya. Dalam program ini tidak ada bayaran, yang ada hanyalah uang transport dan uang makan. Jumlah mahasiswa yang mengikuti program ini sebanyak 23 orang. Mereka datang dari daerah yang berbeda. Ada yang dari Aceh, Surabaya, Medan, Manado, Bandung, ada juga yang dari Jakarta.

Oiya, peraturan yang dibuat lumayan membosankan loh. Kami harus datang paling tidak tepat pukul 7 pagi. Setelah itu kita olahraga dan kemudian Character Building. Apa itu Character Building? Character Building ialah kegiatan membersihkan ruangan gedung perusahaan tempat kita magang, seperti: menyapu, mengepel, mencuci gelas dan kegetian bersih-bersih lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung hingga jam 8 pagi. Jam 9 paginya kami magang di divisi masing-masing. Di perusahaan ini ada sekitar 6 divisi. Sebelum mulai kuliah, kami magang hingga pukul 5 sore. Sedangkan jika kami sudah mulai kuliah, kami hanya magang hingga pukul 12 siang. Ada lagi, kami juga diharuskan untuk mengajarkan apa yang kita dapat di kuliah di sekolah-sekolah yang telah ditentukan. Padahal, kami belum cukup matang untuk mengajarkan materi tersebut.


Awalnya kami semangat menjalani hari-hari yang mungkin bagi sebagian orang membosankan. Namun, semakin lama saya merasa bosan karena jadwal kuliah yang tak beraturan, tidak ada kerjaan dari divisi, seolah-olah seperti terbengkalai. Mengapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah hanya karena kesalahpahaman kecil antara kami dan staff. Dalam hati saya sering mengatakan, "Program beasiswa macam apa ini?". Sering saya merasa bosan dengan semua ini, tapi apa boleh buat? Saya terikat kontrak.

Ooh God, otak saya serasa beku karena jarang diasah. Saya iri dengan teman-teman seperjuangan waktu di SMK. Mereka rata-rata sudah bekerja dan bisa kuliah dengan biaya sendiri. Menyesal? Ya, saya menyesal. Saya sempat ditawari oleh guru saya untuk bekerja menjadi seorang Sekretaris di suatu perusahaan, tapi saya tolak karena saya ingin kuliah. Dan ternyata saya salah mengambil pilihan. How stupid I am…😦

Ada hal lain yang membuat saya merasa kehilangan jati diri saya yang sebenarnya. Ya, disini saya kehilangan jati diri saya. Saya merasa tidak berguna. Hush, saya tidak boleh menyesal. Mungkin ini sudah menjadi resiko dari keputusan saya. Tapi, apa salahnya saya menyesal dan menjadikannya ini pelajaran agar saya dapat berpikir lebih matang bila ingin mengambil keputusan. Saya selalu merasa bahwa bidang yang cocok dengan saya memang Sekretaris. Yah, mungkin saya memang belum bisa bersikap dewasa.

Pesan saya, "Pikirkan dulu matang-matang jika Anda ingin mengambil sebuah keputusan, pikirkan juga resiko apa yang didapat dari keputusan yang Anda pilih."
~RWS

2 thoughts on “Salah Jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s