Desain dan Implementasi LAN


Desain dan Implementasi LAN

 

Jaringan lokal atau Local Area Network adalah sekumpulan dua atau lebih komputer yang berada dalam batasan jarak lokasi satu dengan yang lain, yang saling terhubung langsung atau tidak langsung. LAN dibedakan atas cara komputer tersebut saling terkoneksi, baik secara logik maupun fisik. Komputer dalam sebuah LAN bisa berupa PC, Macintosh, Unix, Minicomputer, Mainframe ataupun hardware lain dengan arsitektur yang berbeda, walaupun ada batasan dalam setiap mesin untuk saling terkoneksi dengan mesin lain berupa batasan fisik dan logik.

Sebuah PC atau komputer dalam sebuah LAN disebut sebagai node, node bisa berupa server atau workstation yang kadang disebut sebagai station saja. Minicomputer atauMainframe berfungsi sebagai host untuk sebuah dumb-terminal atau PC (diskless workstation). LAN yang mengkoneksikan node melalui jaringan publik telepon atau dedicated biasa disebut sebagai Wide Area Network (WAN).

Node terkoneksi ke jaringan melalui Network Interface Card (NIC) atau network adapter. NIC diinstall di expansion-slot komputer, beberapa vendor komputer membuat NIC yang sudah terpasang on-board di dalam papan induknya.

NIC terkoneksi ke jaringan secara langsung atau tidak langsung. Setiap node minimal mempunyai satu interface, tidak tertutup kemungkinan sebuah node dipasang dua atau lebih interface untuk koneksi yang simultan ke beberapa jaringan sekaligus. Kemungkinan ini menjadi salah satu solusi alternatif untuk menggantikan dedicated-router dengan sebuah PC yang berfungsi sebagai router.

1. Topologi

Dalam kaitannya dengan konfigurasi, tipe LAN dibagi menjadi dua bagian:

1. Kaitan administrasi antar node, jaringan server-base dan jaringan peer-to-peer.

2. Kaitan fisik dan logik antar node, ditentukan oleh bagaimana logika/fisik data melewati jaringan yang dibedakan oleh arsitektur jaringan berupa Ethernet, Token-Ring atau FDDI dll, dan tipe logik jaringan bus, ring atau star.

Dalam jaringan server-base sebuah server mengatur akses resource (file dan print) untuk workstation. Server menjalankan Network Operating System (NOS) untk menyediakan layanan dan mengotentifikasi workstation/user dan klien menjalankan software NOS-client. Server bisa berbentuk dedicated yang berfungsi hanya sebagai server, contohnya server Novell NetWare, ada juga yang mempunyai dua fungsi sekaligus bisa dipakai sebagai layaknya sebuah workstation. NOS yang non-dedicated lebih banyak disukai pengguna, contoh yang non-dedicated adalah Windows NT Server dan hampir semua mesin Unix dan Linux.

Peer-to-peer network atau disingkat peer-network merupakan contoh jaringan yang lebih egaliter, semua node bisa bertindak sebagai server maupun workstation dan tidak ada autentifikasi terpusat, autentifikasi diatur tersendiri di setiap node yang memberikan layanan. Server yang dimaksud di sini bukanlah benda fisik tetapi sebuah terminologi dimana node yang memberikan layanan dinamakan server dan node yang mengakses layanan tersebut dinamakan klien. Secara simultan sebuah node dapat menjalankan layanan server dan klien.

Topologi jaringan dibedakan atas layout antar node secara fisik dan logik. Secara fisik topologi jaringan berupa sistem bus, ring, star ataupun campuran.

  1. Sistem bus menggunakan media yang dipakai bersama antar node, contohnya jaringan 10Base-2 dan 10base-5 yang menggunakan kabel coaxial.
  2. Sistem ring menggunakan koneksi antar node berbentuk melingkar, sistem ini dikembangkan oleh IBM.
  3. Sistem star menggunakan konsentrator untuk koneksi semua node, konsentrator ini bisa berupa hub ataupun switch.

Topologi logik jaringan dibedakan atas bagaimana data dilewatkan melalui jaringan. Secara fundamental hanya ada dua topologi logik yaitu:

  1. Bus, sistem ini menggunakan metoda broadcast ke jaringan untuk komunikasi data dari node ke node. Setiap node akan menerima data dari broadcast ini dan akan diabaikan jika memang bukan tujuannya. Broadcast yang berlebihan bisa mengurangi kinerja jaringan, karena kondisi ini dikenal metoda switching untuk mengurangi broadcast (berlaku hanya pada jaringan kabel).
  2. Ring, sistem ini menggunakan metoda token-passing dimana data yang dikirim akan berputar melalui node ke node sampai node tujuan ditemukan.

Topologi logik pada implementasinya secara fisik bisa berbeda, misalnya topologi ethernet bus menggunakan kabel UTP dan concentrator hub (secara fisik topologinya adalah star). Topologi logik jauh berkembang lebih pesat dibandingkan dengan topologi fisik.

2. Arsitektur Jaringan

Arsitektur Jaringan terdiri dari perkabelan, topologi, media metoda akses dan format paket. Arsitektur yang umum digunakan dalam jaringan adalah berbasis kabel elektrik, melalui perkembangan teknologi optik kini banyak digunakan juga serat kabel optik sebagai media alternatif beserta kelebihan dan kekurangannya.

Arsitektur Jaringan berada pada masa kondisi transisi. ARCnet, Ethernet dan Token-Ring merupakan salah satu contoh arsitektur lama yang akan segera digantikan dengan arsitektur lain dengan kecepatan yang lebih tinggi.

Arsitektur Jaringan yang sekarang banyak dipakai, meskipun dianggap obsolete, mendukung transmisi mulai dari 2,5 Mbps untuk jaringan ARCnet, 10 Mbps Ethernet dan 16 Mbps untuk jaringan Token-Ring. Arsitektur Jaringan ini telah dikembangkan untuk kinerja yang lebih tinggi, pada jaringan ARCnet ditingkatkan menjadi ARCnet Plus 20Mbps dan Ethernet ditingkatkan menjadi 100 Mbps Fast Ethernet dan 1000 Mbps dengan nama Gigabit Ethernet.

Selain pengembangan yang sudah ada, juga mulai diimplementasikan arsitektur baru seperti serat optik atau Fiber Distributed Data Interface (FDDI) dan Asynchronous Transfer Mode(ATM). Teknologi terakhir untuk serat optik adalah Synchronous Optical Network (SONET).

Selain jaringan kabel tembaga dikenal juga jaringan nirkabel atau wireless. Jaringan nirkabel menggunakan sistem transmisi gelombang radio dan gelombang mikro (microwave). Serat optik mempunyai kelebihan yang sama dengan nirkabel dibandingkan jaringan kabel tembaga yaitu jangkauan jarak yang lebih jauh. Serat optik banyak dipakai untuk lintas pulau dan lintas negara yang lebih sering disebut kabel-laut, sedangkan nirkabel menggunakan komunikasi satelit. Kelemahan komunikasi satelit dibandingkan kabel-laut adalah komunikasi satelit mempunyai delay waktu yang lebih tinggi.

Di awal millenium ketiga ini kita sudah menikmati jaringan kabel, jaringan optik dan jaringan nirkabel radio. Mungkin suatu saat kita akan sempat menikmati teknologi baru selain ketiga teknologi jaringan di atas, semoga.

3. Perangkat Keras

Perangkat keras jaringan yang berbasis PC adalah komputer itu sendiri, kartu jaringan, kabel, konektor, konsentrator kabel, pelindung dan perlengkapan tambahan (tools).

Komputer yang dipakai dalam jaringan umumnya mempunyai spesifikasi kelas AT dengan prosesor 80386 ke atas, kelas prosesor ini mampu memproses data dengan sistem arsitektur 32 bit. Untuk stations atau dumb-terminal bisa lebih rendah spesifikasinya.

Kartu jaringan atau Network Interface Card (NIC) menjadi syarat utama komputer tergabung dalam sebuah jaringan, setiap komputer minimal mempunyai satu kartu. Kartu jaringan dipasang harus sesuai dengan arsitektur jaringan yang dipakai, kartu Ethernet tidak bisa dipasang di jaringan Token-Ring. Umumnya kartu ARCnet dan Ethernet relatif lebih murah dibandingkan dengan kartu Token-Ring, sedangkan kartu Serat Optik jauh lebih mahal dibandingkan dengan komputer itu sendiri.

Kabel yang digunakan bervariasi sesuai dengan topologi logik jaringan, jaringan Ethernet Bus menggunakan kabel RG-58 atau thin-net coaxial, RG-8 atau thick-net, sering juga disebut dengan Yellow Cable. ARCnet juga menggunakan kabel rg-58 tetapi menggunakan sebuah consentrator. Saat ini ARC sudah sangat jarang dipakai. Kabel jaringan yang paling banyak dipakai sekarang adalah Unshielded Twisted Pair (UTP) atau pasangan kabel berpilin tanpa pelindung. Untuk pemakaian luar gedung digunakanShielded Twisted Pair (STP). Dalam beberapa kondisi tertentu terdapat pemakaian drop-cable di jaringan thick-net dan patch-cable di jaringan UTP.

Konektor yang dipakai dalam jaringan harus sesuai dengan jenis kabel dan jenis NIC. Beberapa konektor tertentu harus disertakan dengan pemasangan grounding untuk menghindari imbas listrik atau petir.

Selain peralatan fisik juga dibutuhkan peralatan bantuan untuk pengerjaan pemasangan kabel seperti crimper, AVOmeter dan network tester. Network tester cukup mahal, bisa ribuan dollar, untuk jaringan kecil bisa cukup dengan AVOmeter saja untuk memastikan kondisi sambungan yang dilakukan crimper layak digunakan.

4. Perangkat Lunak

Perangkat lunak jaringan terdiri dari driver interface (NIC), Sistem Operasi Jaringan atau Network Operating System (NOS), Aplikasi Jaringan, Aplikasi Manajemen dan Aplikasi Diagnostik/Monitoring dan Aplikasi Backup. Beberapa dari elemen-elemen ini terbundel dalam satu paket NOS dan sebagian berbentuk sebagai third-party software.

Driver menjembatani kartu jaringan dengan perangkat lunak jaringan di sisi server maupun workstation. Driver kartu jaringan spesifik terhadap jenis kartu jaringan dan sistem operasi yang dipakai, biasanya selain disediakan oleh vendor pembuat kartu tersebut juga kadang disediakan oleh vendor sistem operasi jaringan. Jika anda kehilangan driver NIC tersebut anda masih bisa mencari melalui internet ke situs vendor tersebut atau ke situs NOS-nya.

Jenis driver yang dikembangkan ada dua buah yaitu Open Data-Link Interface (ODI) dan Network Driver Interface Specification (NDIS).

Network Operating System berjalan di server dan bertanggungjawab untuk memproses request, mengatur jaringan, dan mengendalikan layanan dan device ke semua workstation. NOS bisa saja merubah file system yang dipakai di workstation secara transparan, misalnya pada sistem Novell Netware, workstation menggunakan Windows dengan filesystem FAT dan server menggunakan Netware File System, contoh lain yaitu koneksi Windows ke Linux Samba.

Setiap workstation membutuhkan aplikasi NOS client untuk dapat berkomunikasi dengan server. Aplikasi ini sering juga disebut sebagai shell, redirector, requestor atau client. Pada umumnya NOS client sudah terbundel dalam sistem operasi, misalnya Samba client di Windows sudah termasuk dalam Explorer.

Network Aware Application adalah bundel aplikasi server yang didesain khusus untuk sistem jaringan. Aplikasi ini mempunyai sifat aware terhadap sistem jaringan seperti pencatatan akses, pembatasan akses tertentu, dll. Aplikasi yang canggih dalam dunia client/server bahkan bisa membagi proses ke mesin-mesin lain yang terpisah. Di Linux contohnya adalah proyek Beowulf.

Network Management Software adalah perangkat lunak yang berfungsi memonitor jaringan. Elemen yang dimonitor bisa berupa aktivitas jaringan, hidup/matinya node, dll. Protokol Simple Network Management Protocol berfungsi untuk hal ini, jika semua node mendukung SNMP-agent maka perangkat lunak monitoring dapat memantau semua aktivitas yang terjadi di node misalnya kinerja processor, penggunaan RAM, trafik input/output dll. Salah satu aplikasi ini yang dikembangkan di Linux adalah NetSaintdan MRTG (Multi Router Traffic Grapher).

Aplikasi Backup dalam NOS menjadi salah satu hal yang penting dalam jaringan, NOS biasanya sudah membundel aplikasi ini dalam paketnya. Backup bisa dilakukan secara software ataupun hardware, secara software seorang admin bisa melakukan remote backup ke mesin lain secara berkala, secara hardware backup biasanya dilakukan dengan disk-mirroring.

5. Pengembangan

Pengembangan jaringan meliputi 4 tahap yang harus dilalui untuk mendapatkan hasil yang sempurna dalam jaringan. Keempat tahap tersebut adalah planning (perencanaan), design (perancangan), implementation (implementasi) dan operation (operasional).

a. Perencanaan

Tahap awal ini bertujuan untuk mendapatkan needs (kebutuhan), keinginan (desirability) dan kepentingan (interest). Untuk mendapatkan ketiga hal ini harus dilakukan survey ataupun wawancara terhadap user. Selain itu harus ditentukan pendekatan yang paling feasible untuk tahapan selanjutnya.

Satu langkah yang paling penting dalam perencanaan jaringan ini adalah pencarian/investigasi dalam konteks sebelum jaringan terbentuk. Investigasi ini ditujukan untuk mencari pola kerja, alur, trafik dan kemungkinan bottleneck di dalam jaringan, selain itu investigasi ini bisa membantu dalam kemungkinan kebutuhan di masa selanjutnya. Berbicara dengan user langsung akan mendapatkan input yang lebih signifikan tentang kebutuhan mereka, keinginan dan mungkin juga ketakutan user. Sebagai admin anda harus bekerjasama dengan user.

Keputusan terhadap sistem jaringan bisa dilakukan dengan dua hal, memenuhi kebutuhan secara langsung atau memenuhi kebutuhan melalui hal yang bersifat alternatif. Dalam beberapa kondisi investasi di awal mungkin lebih besar dibandingkan dengan operasional yang ada, tapi di masa mendatang investasi maupun operasional selanjutnya bisa jauh lebih kecil. Selain kebutuhan di atas juga harus didefinisikan batasan yang ada seperti perangkat yang ada, kemampuan user, kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban dll.

Langkah selanjutnya adalah merancang biaya dengan batasan faktor-faktor kebutuhan dan keinginan di atas. Elemen-elemen yang menyangkut pembiayaan antara lain:

  1. Kabel, biaya kabel itu sendiri dan proses instalasinya, bisa terjadi biaya instalasi lebih tinggi dari biaya kabel itu sendir.
  2. Perangkat Keras, seperti komputer, NIC, terminator, hub dll.
  3. Perangkat Lunak, NOS, client dan berbagai aplikasinya.
  4. Pelindung Jaringan, seperti Uninterruptible Power System (UPS), anti petir, spark arrester.
  5. Biaya habis, biaya konsultan, arsitek maupun operator pada saat instalasi.
  6. Biaya berjalan, seperti biaya bulanan bandwidth, listrik, AC, gaji admin dan operator.
  7. Biaya pelatihan untuk administrator dan user.

Selain elemen-elemen di atas ada satu yang sering dilupakan yaitu biaya downtime. Downtime terjadi pada saat pemindahan dari sistem lama ke sistem baru, pada saat downtime ini terjadi pengurangan produktifitas karena user harus menunggu sistem yang baru berjalan dan pada saat sistem baru ini mendapatkan kegagalan, sementara sistem harus dikembalikan ke keadaan semula.

b. Perancangan

Tahap ini merupakan detail perencanaan di atas. Dalam tahap ini faktor-faktor yang ada dalam perencanaan dijabarkan secara detail untuk kebutuhan tahap selanjutnya pada saat implementasi. Perancangan jaringan adalah proses yang mystic-mixture art, science, keberuntungan (luck) dan accident (terjadi begitu saja). Meskipun penuh dengan proses yang misterius ada banyak jalan dan strategi untuk melaluinya.

Jumlah node dan pendelegasian tugas. Isu yang banyak dikenal dalam perancangan jaringan adalah jumlah node/titik yang ada. Dari jumlah node yang ada bisa kita definisikan tugas yang harus dikerjakan oleh setiap node, misalnya karena jumlah node sedikit print-server cukup satu disambungkan di server atau di salah satu workstation. Jika jumlah node lebih banyak ada kemungkinan terjadi duplikasi tugas untuk dibagi dalam beberapa segmen jaringan untuk mengurangi bottleneck.

Pendefinisian Operasional Jaringan. Langkah yang bagus jika anda mendapatkan perhitungan sumber daya dan pemakaian jaringan. Perhitungan ini berkaitan dengan spesifikasi perangkat keras yang akan dipakai seperti apakah harus menggunakan switchdaripada hub, seberapa besar memory yang dibutuhkan, apakah dibutuhkan kabel riser fiber optik karena jaringan menyangkut bangunan berlantai banyak, dan sebagainya.

Pendefinisian Administrasi Keamanan. Tipe keamanan jaringan berkaitan banyak dengan jenis autentifikasi dan data dalam jaringan. Selain ancaman terhadap jaringan dari arah luar juga harus diperhatikan ancaman dari arah dalam, dari user jaringan itu sendiri. Pertimbangan terhadap keamanan ini juga mempengaruhi pemakain peralatan baik secara fisik dan logik. Secara fisik misalnya penggunaan switch lebih aman terhadap prosessniffing dari satu node ke broadcast jaringan, selain meningkatkan kinerja jaringan (pengurangan broadcast yang berlebihan), secara logik misalnya penggunaan protokol jaringan yang dipakai (apakah cukup protokol TCP/IP saja?), pemakaian protokol yangsecure yang dienkrip seperti SSH (Secure SHell), SSL (Secure Socket Layer) dan PGP (Pretty Good Privacy).

Pendefinisian Administratif Jaringan. Untuk kelancaran operasional jaringan harus ada pembagian tugas dalam memaintenance jaringan, baik yang menyangkut perangkat lunak, standar prosedur maupun yang berkaitan dengan sumber daya manusia seperti administrator dan operator. Aspek-aspek yang berkaitan dengan operasional ini antara lain:

  1. Perawatan dan backup, kapan, siapa dan menggunakan apa.
  2. Pemantauan software dan upgrade untuk memastikan semua software aman terhadap bugs.
  3. Standar prosedur untuk kondisi darurat seperti mati listrik, virus ataupun rusaknya sebagian dari alat.
    1. Regulasi yang berkaitan dengan keamanan, seperti user harus menggunakan password yang tidak mudah ditebak atau penggantian password secara berkala.

Checklist dan Worksheet. Checklist dan Worksheet berfungsi sebagai catatan kebutuhan, kejadian dan prosedur yang terjadi dalam jaringan, biasanya berbentuk form yang diisi oleh user ataupun siapa saja yang berkaitan dengan kejadian yang terjadi. Checklist dapat digunakan dalam memproses kegiatan yang terjadi untuk bahan pelaporan dan evaluasi. Setelah jaringan terbentuk bisa saja sistem manual ini dipindahkan dalam bentuk digital menjadi Frequently Ask Questions (FAQ) dan trouble-ticket. Beberapa vendor NOS tertentu membuat sistem checklist yang bisa dipakai langsung oleh user. Di sisi operator jaringan ada juga yang menggunakan sistem maintenance sheetyang digunakan oleh operator/admin untuk memastikan prosedur perawatan berjalan sempurna.

c. Implementasi

Pemasangan jaringan secara aktual terjadi pada tahap implementasi. Di tahap ini semua rencana dan rancangan diterapkan dalam pekerjaan fisik jaringan.

Beberapa pertimbangan dan sarang dalam melakukan instalasi jaringan:

  1. Tetap informasikan ke user apapun yang terjadi selama pemasangan.
  2. Dapatkan diagram eksisting jaringan, jika terjadi kemungkinan kabel yang sudah eksis tetap bisa dipakai atau digunakan sebagai backup/cadangan.
  3. Tes semua komponen sebelum dipasang dan tes kembali setelah komponen terpasang.
  4. Kabel dan komponen harus dipasang oleh orang yang mengerti tentang hal tersebut.
  5. Jangan melanjutkan ke langkah berikutnya sebelum memastikan langkah sebelumnya telah benar-benar selesai.
  6. Catat dengan eksak perangkat keras yang dipasang termasuk aksesorisnya, seperti catu daya (power suplly), patch cable, konektor dsb.
  7. Catat masing-masing komponen yang terinstall termasuk spesifikasi dan lokasinya.
  8. Setelah semua terpasang tes secara menyeluruh dalam jaringan.
  9. Install aplikasi dalam jaringan dan lakukan tes. Jangan melakukan tes dengan data yang sebenarnya, gunakan fake-data (data contoh).

Selain catatan instalasi buatlah manual yang detail untuk administrator,  supervisor,  operator maupun user. Manual ini bisa dijadikan sebagai prosedur standar dalam operasional maupun perawatan. Lengkapi manual dengan diagram dan as-built-drawing dari sistem kabel yang dipasang.

Tahap implementasi harus dibarengi dengan proses pelatihan. Proses pelatihan ini ditujukan ke semua pemakai jaringan baik itu administrator, supervisor, operator maupun user. Proses pelatihan bisa diadakan secara in-house maupun outside training. Tahap pelatihan ini juga menjadi faktor dalam pembiayaan jaringan secara keseluruhan.

Implementasi dalam lingkungan kerja. Selain implementasi sebuah jaringan baru dalam kondisi tertentu dalam lingkungan kerja tidaklah semudah memasang jaringan yang benar-benar baru. Banyak pertimbangan yang harus diperhatikan seperti adaptasi terhadap jaringan baru, waktu downtime dan masalah lain yang bisa saja timbul. Ada beberapa strategi dalam menghadapi hal ini:

  1. Cold conversion, strategi ini adalah penggantian total dari jaringan lama (atau tanpa jaringan) ke jaringan baru. Strategi ini termasuk paling mudah dilakukan tetapi strategi ini biasanya tidak dipakai untuk jaringan yang mempunyai tugas/misi yang kritis seperti jaringan yang menghubungkan kasir pasar swalayan, tidak boleh terjadi downtime.
  2. Conversion with overlap, strategi ini melakukan pemasangan dan operasional secara paralel, selama jaringan baru dipasang jaringan lama tetap berjalan sambil sedikit demi sedikit beralih ke jaringan baru. Strategi ini harus mempertimbangkan waktu jika faktor waktu menjadi batasan utama.
  3. Piecemeal conversion, strategi ini mirip dengan strategi sebelumnya hanya dilakukan secara lebih detail dan bertahap. Sasaran pindah ke jaringan baru merupakan target jangka yang lebih panjang.


 

Anggaran Membangung LAN

Banyak keuntungan yang ditawarkan dengan terbangunnya sebuah jaringan komputer, baik yang berupa Local Area Network (LAN) maupun intranet. Pada awalnya, berkembangnya jaringan dimulai dari kebutuhan untuk menggunakan secara bersama peranti yang masih mahal, seperti printer laser. Perusahaan yang memiliki empat komputer misalnya, sayang kalau harus membeli empat buah printer laser yang harganya bisa menyamai harga komputernya. Untuk bisa menggunakan satu printer bersama-sama maka empat komputer tadi dapat saling dihubungkan.

Kebutuhan lain yang tak kalah menarik adalah berbagi-pakai (sharing) data. Pada PC yang tidak saling berhubungan (stand alone), jika ingin berbagi-pakai data harus melalui media seperti disket yang tentunya memakan waktu untuk mengantar dan menyalin isi disket tersebut. Belum lagi jika data yang ingin dikirim berupa file-file besar yang kadang terhambat dengan keterbatasan kapasitas disket. Repotnya lagi, jika orang yang memiliki data tersebut tidak sedang berada di tempat padahal kebutuhan mendesak.

Sejalan dengan perkembangan bisnis serta persaingan yang semakin ketat, tuntutan akan komunikasi, kerja sama, dan koordinasi, yang cepat dan mudah menjadi sangat dibutuhkan. Jimmy Megantara (Marketing Manager, PT Integrasi) menyingkat tiga kebutuhan tersebut menjadi “3C” (Communication, Colaboration, dan Coordination). Kebutuhan ini bisa direalisasikan lewat sistem jaringan komputer.

Di dalam jaringan, kebutuhan komunikasi bisa dipenuhi misalnya lewat aplikasi electronic mail (e-mail). Bagi perusahaan yang selalu ingin menyampaikan informasi secara cepat kepada setiap karyawannya, fasilitas ini sangat mendukung. Dalam perkembangannya, e-mail tidak sekedar menjadi sarana penyampaian memo atau pesan sederhana, tetapi kini telah dilengkapi dengan fasilitas operasi kantor. Produk e-mail seperti cc:Mail telah dilengkapi dengan kalender pribadi, sehingga pada saat seorang pemakai jaringan ingin menyusun pertemuan, dia dapat melihat jadwal masing-masing karyawan yang akan diundang. Di dalam cc:Mail juga terdapat fasilitas yang memudahkan pendistribusian dokumen maupun informasi.

 

Apa Kebutuhan Anda?

Membangun sebuah jaringan di dalam perusahaan tidak ubahnya menanamkan sebuah investasi. Perusahaan yang menanamkan investasi tentu ingin memetik hasilnya di kemudian hari, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab jika perusahaan Anda merencanakan untuk membangun jaringan dan menentukan perlengkapannya.

Pertanyaan pertama, mampukah jaringan tersebut meningkatkan produktivitas perusahaan? Pertanyaan ini sehubungan dengan kebutuhan yang ada dalam perusahaan tersebut, seperti komunikasi, berbagi-pakai data maupun aplikasi, atau melakukan koordinasi, serta anggaran yang tersedia untuk membangun LAN. Anda juga bisa mendefinisikan kalimat tersebut menjadi lebih jelas, seperti: Apakah terbangunnya jaringan tersebut dapat meningkatkan meningkatkan kepuasan pelanggan dan mendongkrak laba perusahaan?

Jika Anda sudah merasa perlu membangun jaringan, pertanyaan kedua adalah apa yang ingin Anda lakukan dengan jaringan Anda? Pertanyaan tersebut akan menentukan arsitektur dasar dari jaringan Anda serta pemilihan perlengkapannya. Jika kebutuhan Anda hanya untuk berbagi pakai peranti seperti printer, harddisk, dan CD-ROM mungkin Anda bisa memilih jaringan peer-to-peer, yaitu dengan menghubungkan secara sederhana dan langsung komputer-komputer yang sudah Anda miliki. Windows for Workgroup (WFG), LANtastic, Windows 95, OS/2 Warp Conect, Macintosh System 7.x serta beberapa sistem operasi lain telah mendukung koneksi ini dan relatif mudah digunakan.

Jika Anda menggunakan Macintosh, Anda bisa menggabungkan dua atau lebih Mac Anda secara langsung karena semua model Mac baru yang menggunakan sistem operasi Macintosh System 7.x telah memasukkan kartu Ethernet yang memiliki kecepatan mengirim data sampai 10Mbps (megabit per detik). Atau jika semua komputer Anda berupa PC, dengan menggunakan WFG, Windows 95, atau OS/2 Warp, Anda dapat juga mengkoneksikan langsung dengan menambahkan network interface card pada masing-masing PC tersebut untuk berbagi file dan data. Namun jaringan peer-to-peer ini kurang efektif jika komputer yang terhubung cukup banyak (lebih dari 8 buah) dan file-file yang digunakan bersama terlalu besar. Sebab, semakin banyak komputer dan semakin rumit aplikasi jaringan, kecepatan transfer semakin menurun.

Jika Anda menggunakan komputer dan sistem operasi yang sama (misalnya semuanya PC Windows atau seluruhnya Macintosh), kompatibilitas tidak begitu menjadi masalah. Namun jika Anda memiliki lebih dari satu jenis komputer maka mungkin Anda harus menggunakan pendekatan client-server dan menggunakan network operating system (NOS) yang dapat mengakomodasi kedua jenis sistem tersebut, seperti Novell atau Windows NT.

Perlengkapan Jaringan

Berapa biaya untuk membangun sebuah jaringan? Pertanyaan inilah yang pertama muncul dari seorang pelaku bisnis kecil yang ingin membangun jaringan. Tentu saja pertanyaan ini tidak dapat begitu saja dijawab oleh ahli jaringan sekalipun. Tergantung pada faktor-faktor seperti jenis jaringan (peer-to-peer atau client-server) yang akan dibangun, jumlah pemakai jaringan nantinya, apakah perusahaan yang besangkutan sudah memiliki PC yang selama ini masih stand-alone, dan sebagainya.

Berikut adalah perlengkapan yang Anda butuhkan untuk membangun sebuah jaringan, yang meliputi, server, sistem operasi dan aplikasi, kartu jaringan (network interface card), hub, dan sistem pengkabelan. Yang perlu Anda perhatikan, walaupun biaya memang tetap menjadi faktor penting, antisipasi perkembangan jaringan di masa mendatang juga tidak kalah penting.

a. Server

Pada jaringan peer-to-peer, tidak dibutuhkan satu komputer tersendiri yang bertindak sebagai server. Setiap komputer di dalamnya dapat berfungsi sebagai server bagi komputer lainnya. Server di sini bertindak sebagai penyedia sumberdaya jaringan seperti data, aplikasi, printer, ruang disk, dan sebagainya, bagi komputer lainnya.

Jika kebutuhan berbagi-pakai data, aplikasi dan sumberdaya lainnya sudah lebih intensif, jaringan Anda membutuhkan sebuah server tersendiri. Dalam bentuk fisik, server bisa berupa sebuah PC yang berprosesor lebih canggih dan memori serta harddisk yang berkapasitas lebih besar daripada komputer klien yang ada di dalam jaringan. Istilah server kadang sering juga dipakai sebagai layanan bagi pemakai jaringan dan sekaligus menunjukan fungsinya, seperti file server, print server, communication server, atau management server.

Tiga faktor utama yang perlu dipertimbangkan dalam memilih komputer server, yakni kecepatan prosesor (CPU), kapasitas memori dan harddisk. Idealnya, Anda memilih CPU yang tercepat yang sudah tersedia untuk mengantisipasi kebutuhan di masa mendatang, tentu saja jika anggaran Anda masih cukup longgar untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kapasitas memori dan harddisk juga berperan penting dalam mendukung kinerja server. Kapasitas yang Anda perlukan sangat tergantung dengan jumlah dan kebutuhan pemakai. Memori 32MB dan harddisk 2GB sudah merupakan awal yang bagus untuk sebuah jaringan kecil. Namun Anda juga perlu yakin memori tersebut masih dapat diupgrade misalnya sampai 128MB, dan masih tersedia ruangan untuk kemungkinan penambahan harddisk.

Vendor PC menyediakan berbagai jenis server, mulai untuk jaringan skala kecil, menengah, sampai besar. Untuk sebuah jaringan kecil dengan konfigurasi standar, tersedia beberapa server dengan harga Rp 5 juta – Rp 9 juta. Anda bisa memilih beberapa merek yang tersedia di pasaran, seperti Hewlett-Packard, Compaq, Siemens-Nixdorf dan Digital.

b. Kartu jaringan

Kartu jaringan (network interface card; NIC) merupakan peranti penghubung antara komputer dan jaringan. Jadi setiap komputer di dalam jaringan perlu dilengkapi dengan NIC. Beberapa vendor sudah menyediakan PC “network ready” yang di dalamnya sudah dipasangi NIC.

Harga kartu ini sendiri cukup beragam, mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 400.000. Jika Anda mengambil harga yang di tengah, misalnya Rp 150.000 maka untuk melengkapi 20 PC Anda, Anda harus mengeluarkan Rp 3 juta. Ada beberapa vendor yang menawarkan harga bundel yang lebih murah dibandingkan Anda membeli eceran.

c. Hub/Switch hub

Hub berupa kotak yang berisi port untuk menyambung kabel dari masing-masing komputer klien (worktation) dan server. Sebelum memilih hub, Anda perlu menghitung berapa komputer atau klien yang akan terhubung di dalam jaringan. Hub menyediakan jumlah port mulai dari 4 sampai 32 (setiap port untuk satu komputer). Sebaiknya Anda masih menyisakan beberapa port untuk kemungkinan ekspansi. Harga hub sangat bevariasi tergantung kapasitasnya. Kebanyakan hub yang memiliki kapasitas lebih besar, biaya per portnya lebih murah.

Untuk sebuah jaringan kecil mungkin hanya memerlukan satu atau dua buah hub. Untuk 20 pemakai, kami mengambil contoh NuSwitch FE-224c yang harganya sekitar Rp 5 juta. Switch hub ini memiliki 24 port 10Base-T (untuk kecepatan transfer 10Mbps), dan dua port Fast Ethernet (100Mbps). Ke-24 port ini dibagi menjadi empat segmen sehingga Anda dapat membaginya berdasarkan bagian atau unit kerja di kantor Anda, misalnya pemasaran, keuangan, dsb.

d. Sistem pengkabelan

Ada berbagai macam kabel yang bisa digunakan untuk jaringan, seperti UTP (Unshielded Twisted Pair), STP (Shielded Twisted Pair), optical Fiber, Coaxial & Twinaxial, multi pair, dsb. Yang cukup populer digunakan saat ini adalah kabel jenis UTP yang relatif murah. Harga satu rol kabel UTP (300m) Rp 345.000. Dalam sebuah jaringan kecil Anda mungkin hanya memerlukan dua atau tiga rol. Kebutuhan akan kabel sangat tergantung dengan jarak komputer yang satu dengan yang lainnya dan tata letak ruangan. Jika Anda memerlukan jasa instalasi kabel, Anda perlu menambahkan anggaran sekitar Rp 50.000 – Rp 70.000 per titik. Biaya jasa instalasi tersebut sangat tergantung kompleksitas struktur kabel.

Sistem pengkabelan yang sempurna akan mengguntungkan pemakai dan memberikan kefleksibelan untuk digabungkan dengan model LAN lain. Anda juga perlu memperhatikan kemungkinan perubahan tata letak dan antisipasi perkembangan di masa mendatang.

e. Sistem operasi dan aplikasi

Perangkat lunak yang diperlukan meliputi sistem operasi (misalnya: Novell, Windows NT, OS/2), aplikasi server dan aplikasi untuk pemakai (misalnya: Office, Lotus Notes). Untuk menekan biaya, Anda bisa meletakkan aplikasi-aplikasi di server dan pemakai menggunakan aplikasi dari server.

Memperkirakan biaya untuk kebutuhan perangkat lunak ini sangat sulit karena sangat bervariasi dan tergantung kebutuhan dari jaringan yang Anda bangun. Beberapa aplikasi kadang-kadang sudah terbundel dengan perangkat keras yang Anda miliki, kadang-kadang juga belum. Ada beberapa perusahaan yang sudah cukup dengan aplikasi jadi yang tersedia di pasaran, tetapi banyak juga yang harus membuat aplikasi sendiri sehingga Anda harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal daripada perangkat kerasnya. Kami hanya bisa memberikan beberapa contoh yang umum digunakan.

Jika Anda menggunakan Novell atau Windows NT, biaya yang dibebankan untuk setiap pemakai sekitar Rp 125 ribu. Untuk pemakaian Windows NT, Anda juga masih harus menambah biaya sekitar Rp 1,5 juta untuk server. Jika Anda ingin menggunakan Software Office lengkap, biaya per pemakai bisa mencapai Rp 1 juta. Sedangkan jika Anda menggunakan Windows 95 atau WFG, Anda harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 300.000.

Hardware atau Software Dulu?

Merencanakan membangun sebuah jaringan tidak sekedar memilih software dan hardware. Hal pertama yang perlu ditetapkan adalah aplikasi yang diemban oleh jaringan kelak. Penentuan aplikasi akan menentukan jenis hardware yang digunakan. Ada software aplikasi yang tidak tergantung pada hardware yang dipakai. Apalagi kalau Anda membangun jaringan intranet yang menggunakan teknologi Internet. Di sini banyak software yang tidak tergantung pada hardware.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan, adalah bila jaringan kelak tidak hanya dipakai oleh karyawan kantor Anda, tetapi juga diakses oleh orang luar seperti para pelanggan perusahaan Anda. Biasanya jaringan seperti ini dikoneksikan ke jaringan publik atau Internet. Kalau demikian halnya, tingkat keamanan jaringan perlu lebih diperhatikan. Jangan sampai pemakai dari luar mengakses sumber daya jaringan yang tidak berhak untuknya.

Tetapi apabila jaringan hanya berupa Local Area Network yang dipakai oleh karyawan perusahaan Anda, Anda tinggal memilih software dan aplikasi yang dibutuhkan termasuk hardware seperti yang dijelaskan di atas. (wrh)

(gambar1: ) Jaringan beraksitektur 10Base-T (seperti pada gambar) banyak dipakai. Jaringan ini memiliki kecepatan transfer data 10Mbps. Kini arsitektur Fast Ethernet yang mirip dengan 10Base-T dan berkecepatan 100Mbps mulai banyak dipakai.

(gambar2: ) Pemakaian network computer (NC) pada jaringan merupakan solusi yang murah, karena memang NC lebih murah daripada PC. Tetapi NC tidak selalu memenuhi kebutuhan semua pemakai. NC sesuai untuk pekerjaan-pekerjaan seputar input data seperti yang dilakukan karyawan di front-office.

Sumber Daya Manusia Yang Utama

Membangun jaringan kecil memang mudah. Anda tinggal menyediakan hardware yang diperlukan setelah aplikasi dan misi yang diemban jaringan sudah didefinisikan. Setelah semua hardware terpasang, Anda tinggal mengset sistem operasi jaringan dan program aplikasi yang diperlukan. Yang terakhir Anda tinggal menentukan hak pemakaian sumberdaya jaringan bagi setiap pemakainya.

Setelah itu semua dilakukan, jaringan sudah beroperasi normal. Namun menurut Onno W. Purbo (Ahli jaringan dan Internet dari Institut Teknologi Bandung) masalahnya tidak berhenti sampai di situ. “Yang kelak menjadi masalah adalah pengelolaan jaringannya,” tuturnya. “Biasanya kalau membangun jaringan, orang hanya berfikir bahwa dia hanya membutuhkan hardware dan software.” Menurutnya, kemulusan operasi jaringan sangatlah penting dan kunci utamanya terletak pada si pengelola jaringan atau System Administrator.

Jadi sebaiknya, jaringan sekecil apapun perlu ada orang khusus yang mengelolanya. Sebab, diharapkan jaringan akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan bisnis atau perusahaan. Oleh sebab itu System Administrator yang baik, menurut Onno, adalah yang mau terus-menerus belajar dan mengembangkan jaringannya.

Mencari orang (sumberdaya manusia) yang demikian tidaklah mudah. “Banyak sekarang perusahaan mengeluh kepada saya karena tidak mendapatkan SDM sesuai yang dibutuhkan,” tutur Onno. “Memang langka SDM yang demikian, perusahaan harus mau mendidik orang.” (jull)

Membangun LAN untuk Usaha Kecil: Uang, Orang dan Training

Hasil kajian World Economic Forum menunjukkan, Indonesia masih merupakan salah satu negara terbesar yang menarik bagi investor asing. Indonesia ada di peringkat keempat, setelah AS, Cina, dan India. Daya tarik Indonesia terutama adalah pasar dalam negerinya.

Produk apa pun bisa dipasarkan di Indonesia. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat konsumtif. Selain itu kebangkitan kelas menengah, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga merupakan daya tarik tersendiri. Yang masuk dalam kategori kelas menengah, yaitu mereka yang memiliki tingkat intelektual tinggi, telah berpengalaman kerja di perusahan besar (konglomerat), banyak koneksi dengan pejabat tinggi atau anak pejabat tinggi, serta sudah berspesialisasi pada bidang-bidang usaha yang berorientasi pada jasa dan pasar internasional.

Sisi pendukung lahirnya pasar yang besar di Indonesia juga naik. Untuk kualitas infrastruktur, peringkat Indonesia melompat dari urutan 80 menjadi 22, sedangkan kualitas teknologi di Indonesia melompat dari urutan 43 menjadi 29. Di bidang kualitas manajemen bisnis, peringkat Indonesia naik dari 40 menjadi 32, dan untuk institusi hukum dan politik naik dari peringkat 40 menjadi 37, (Kompas, 4 Juni 1997).

Perkembangan tersebut ditangkap oleh para pengusaha komputer sebagai suatu potensi pasar yang besar. Mereka yang berada di kelas menengah itu progresif sekali membangun usaha di Indonesia, yaitu usaha kecil dan menengah. Umumnya paradigma dan orientasi mereka sudah jauh lebih maju dibandingkan generasi sebelumnya. Kebanyakan dari mereka lulusan dari perguruan tinggi terkemuka di dalam negeri atau luar negeri. Oleh karena itu dalam mengembangkan usahanya, sekalipun usaha kecil tidak bisa lepas dari teknologi informasi (TI).

Saat ini, di berbagai forum internasional, masalah usaha kecil dan menengah (small and medium enterprise) diseminarkan. Usaha kecil ini penting di dalam negara yang sedang memasuki era TI. Keterkaitan antara usaha kecil dan menengah dengan TI tidak terhindarkan. Orang mulai bicara tentang perdagangan elektronik (electronic commerce). Mereka dapat melakukan bisnis secara elektronik, menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti jaringan Internet. (Kompas, 30 April 1997).

Menurut Jos Luhukay (Pakar jaringan komputer), persoalan yang dihadapi oleh perusahaan pemakai jaringan komputer saat ini adalah orang dan training-nya. Memang uang juga dibutuhkan, khususnya bagi perusahaan kecil yang akan membangun jaringan komputer. Tetapi masalah pengadaan perangkat keras, perangkat lunak, dan perangkat jaringan (netware), bisa dengan cepat diatasi. Banyak perusahaan komputer (vendor), seperti Hewlett-Parckard, IBM dan Digital, yang bisa membantu pendanaan untuk membangun jaringan komputer. Bahkan untuk kebutuhan komputer di rumah atau perorangan, HP bersedia membantu dalam pendanaannya.

Tetapi kemacetan pengembangan jaringan komputer umumnya disebabkan oleh keterbatasan jumlah orang yang dimiliki perusahaan. Jarang sekali perusahaan kecil dan menengah yang memiliki sarjana yang berpengalaman dalam mengembangkan jaringan. Melatih tenaga yang ada tidak bisa langsung jadi. Bahkan tenaga yang sudah dilatih berbulan-bulan pun seringkali belum siap pakai. Sehingga banyak perusahaan kecil dan menengah yang sangat tergantung pada supplier.

Kelemahan inilah yang menjadi peluang bisnis bagi perusahaan komputer seperti Hewlett-Packard. Di Indonesia, perusahaan komputer ini menawarkan pelayanan khusus bagi perusahaan kecil dan menengah yang kesulitan dalam mengembangkan jaringan komputer, termasuk isntalasi dan sistem pembayarannya. HP menyediakan semua kebutuhan untuk komputerisasi mulai dari server, komponen jaringan, PC untuk end user, printer, dan komponen komunikasi data lainnya.

Selama ini, HPSI melalui HPFI (Hewlett-Packard Finance Indonesia) hanya melayani pendanaan untuk instalasi yang nilainya di atas US$ 50.000. Akan tetapi mulai kuartal ke-3 tahun 1997, menurut Adhi Prabawa (Presiden Direktur, HPFI), HP akan melayani pendanaan untuk instalasi yang nilainya di bawah itu. “Bahkan untuk pengadaan satu PC pun akan kami layani. Pada prinsipnya tugas HPFI adalah mendukung penjualan komputer HP,” tegas Adhi. Caranya? “Prosedurnya diusahakan semudah mungkin. Konsumen harus dilayani secepat mungkin. Kalau bisa satu hari selesai. Dasarnya kepercayaan,” jawab Adhi.

Menurut Adhi, penjualan komputer HP di Indonesia selama ini belum segencar printer. Pemakai komputer di Indonesia umumnya lebih mengenal HP sebagai penjual printer daripada komputer. “Tantangan kami, bagaimana cara pemakai komputer di Indonesia juga mengenal HP sebagai perusahaan komputer, seperti halnya mereka mengenal HP sebagai perusahaan printer.” (ton)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s