Carissa (First Love) #Part 3

Carissa bercerita kepada Nessi hingga sampai ke dalam kelas.

20 menit kemudian, bel masuk berbunyi. Pelajaran pertama pun dimulai. Pelajaran pertama adalah pelajaran matematika. Pelajaran yang sangat disukai oleh Carissa.

Setelah 30 menit pelajaran berlangsung, tiba – tiba Ricky dan Ferdi melewati kelas mereka. Carissa pun terdiam sambil memandangi Ricky yang terlihat sangat menawan hari itu. Nessi tertawa melihat Carissa dan ia pun langsung mengagetkan Carissa. “Wooyy, diliatin terus tuh kayaknya.”, Nessi dengan suara sedikit keras. Carissa terkejut dan ia hanya bisa tersenyum.

Saat istirahat, Carissa dan Nessi menuju kantin di depan sekolah untuk membeli makanan. Carissa berharap Ricky juga ada di kantin tersebut. Namun harapannya pupus sudah, karena ternyata Ricky pergi ke kantin belakang sekolah.

Ketika pulang sekolah, Carissa dan Nessi tidak pulang bersama karena mereka berbeda arah. Carissa pulang bersama Via dan Nanda. Lagi lagi Carissa berharap ada Ricky. Tetapi Ricky ternyata sudah lebih dulu pulang bersama teman-temannya.

Keesokkan harinya…

Carissa berangkat ke sekolah pagi-pagi buta, karena ada praktek Tata Boga. Carissa, Via, Nanda dan Nessi adalah satu kelompok. Mereka membuat puding strawberry. Karena mereka belum berpengalaman membuat puding, maka ibunya Nanda bersedia untuk membuatkan mereka puding tersebut.

Praktek Tata Boga dilaksanakan sebelum jam istirahat. Tak terasa sudah jam istirahat, tiba-tiba Ricky dan Putra (teman sekelas Ricky) datang ke kelas mereka untuk meminta puding. “Nessi, bagi pudingnya dong.”, kata Ricky. “Minta sama yang punya tuh.”, jawab Nessi. “Siapa emang yang punya Si ?”, tanya Ricky. “Nih, orangnya nih. Si Carissa.”, Nessi sambil menunjuk Carissa. “Ris, gua boleh minta pudingnya gak ?”, tanya Ricky dengan suara khasnya. “Eem, boleh kok. Lu mau minta berapa ?”, lanjut Carissa. “Dua boleh ? Buat gua sama temen gua nih.”, jawab Ricky. “Boleh kok. Nih…”, Carissa sambil memberikan dua puding kepada Ricky. “Thanks yaa.”, Ricky sambil tersenyum. “Iya, samasama.”, Carissa membalas senyum Ricky. “Eeh, enak aja lu cuma makasih doang. Nanti gantian lu yaa bagi kita puding buatan lu.”, teriak Nessi. “Oke tenang aja.”, jawab Ricky.

Semenjak kejadian itu, Carissa jadi sering tersenyum sendiri. Betapa bahagianya Carissa bisa berbicara dengan Ricky walaupun hanya sepatah-dua patah kata, tetapi moment ini tidak akan dilupakan Carissa.

Bersambung….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s