Laporan Training Online Simulasi Digital Gelombang 3 – 4

0



KATA PENGANTAR

 

    Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kegiatan uji coba training online ini dengan baik dan lancar. Laporan kegiatan ini, bertujuan untuk menyebarkan kurikulum 2013 yaitu simulasi digital melalui straining online, dan penulis dapat berbagi ilmu dengan menjadi instruktur melalui pendampingan mempraktekkan ilmu kepada peserta kegiatan training online. Penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan rekan sekalian yang telah membantu dan memberi dukungan kepada penulis dalam penyelesaian laporan ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna. Terkait dengan kelebihan dan kekurangan dari tugas ini, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan. Penulis berharap Makalah ini akan memberi manfaat bagi pembaca dan pengalaman bagi penulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. LATAR BELAKANG

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 07 tahun 2007. Sebelum keputusan tersebut terbit bernama Balai Penataran Guru (BPG) Semarang dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Tengah (LPMP) Jawa Tengah. Secara geografis LPMP Jawa Tengah berlokasi di Jalan Kyai Maja Srondol Kulon Semarang dengan areal tanah seluas 24.634 m2.

 

Balai Penataran Guru Semarang pada awal berdirinya diatur oleh Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0116/O/1977 tanggal 23 April 1977 tentang Tata Kerja Balai Penataran Guru dan Tenaga Teknis Regional. Selanjutnya melalui Keputusan Mendikbud Nomor 0181/O/1979 tanggal 20 Agustus 1979 Balai Penataran Guru dan Tenaga Teknis Regional diubah menjadi Balai Penataran Guru. Struktur organisasi BPG saat itu diatur menurut Keputusan Mendikbud Nomor 0203/O/1978 tanggal 23 Juli 1978, yang susunan organisasinya belum mencerminkan lembaga penataran karena belum tampak adanya tenaga fungsional. Dalam perkembangan selanjutnya, fungsi dan peranan BPG Semarang semakin meningkat setelah terbit Keputusan Mendikbud Nomor 024/O/1991 tenggal 2 Mei 1991 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Balai Penataran Guru yang didalamnya memuat pula jabatan struktural dan fungsionalnya dalam BPG. Selanjutnya Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 087/O/2003 tanggal 4 Juli 2003 sebagai lembaga yang bertujuan agar pelaksanaan pendidikan di Jawa Tengah sesuai dengan standar, norma, kriteria dan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional melakukan restrukturisasi dan refungsionalisasi BPG. Semarang dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Tengah menjadi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah. Pembentukan LPMP Jawa Tengah ini bertujuan agar pelaksanaan pendidikan di Jawa Tengah sesuai dengan standar, norma, kriteria dan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pusat di bawah Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK).

Penggunaan teknologi sebagai media pengelolaan informasi, teknologi informasi telah mulai diajarkan bagi siswa SMP sejak tahun 2000, dalam kemasan Mata Pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI). Mata pelajaran “KKPI”, dalam sebutan nama mata pelajaran lain sejenis, juga mulai tumbuh pada jenjang pendidikan di bawah dan yang setingkat dengan SMP.

Perkenalan fungsi komputer bagi siswa dan terutama, mahasiswa, serta masyarakat luas sudah lebih dari sekadar pengelolaan informasi sebagai langkah awal mendapatkan informasi lebih cepat. Siswa pada jenjang pendidikan menengah di lokasi tertentu, kota besar atau sekolah yang sudah memberikan mata pelajaran KKPI”, tidak dapat menunggu lebih lama lagi untuk memanfaatkan kemudahan dan percepatan teknologi informasi, terlebih pada masa yang sudah memasuki era digital. Pertumbuhan dan percepatan teknologi harus dimanfaatkan. Justru pemanfaatan kemudahan dan percepatan teknologi informasi ini akan menjadi bumerang yang merugikan siswa bila tidak diarahkan pada materi yang bermanfaat bagi siswa dan masyarakat luas.

Pengelolaan informasi untuk mendapat informasi lebih cepat, mata pelajaran KKPI telah berhasil mengubah kesadaran siswa memasuki era informasi. Kesadaran tersebut masih bersifat pasif, masih sebagai penerima informasi. Peningkatan tataran ini adalah kesadaran menggunakan teknologi informasi sebagai media berbagi (sharing) informasi kepada pihak lain. Di luar kendali pendidikan, media sosial juga berkembang cepat dan justru lebih merebak, sangat luas.

Dalam rangka menyiapkan guru SMK untuk pelajaran simulasi digital sebagai pengganti mata pelajaran KKPI, SEAMOLEC mengadakan pelatihan simulasi digital dengan metode online melalui 6 gelombang. Pelatihan training online ini dilaksanakan untuk uji coba apakah proses penyebaran kurikulum 2013 yaitu simdig dapat dilakukan melalui Streaming. Uji coba gelombang 1 telah dilaksankan pada tanggal 23 – 25 April 2014 di 27 LPMP salah satunya di LPMP Jateng dengan materi Buku Digital. Sedangkan gelombang ke dua dilaksankan pada tanggal 28 – 29 April untuk Kelas Maya. Gelombang ke tiga yang harusnya dilaksanakan pada tanggal 5 – 7 Mei 2014 tidak dapat dilaksanakan di LPMP Jateng, dikarenakan seluruh staf mengawas UN ke daerah-daerah terpencil di Jawa Tengan sehingga tidak dapat mempersiapkan training online. Lalu gelombang ke empat ini dilaksanakan pada tanggal 12 – 13 Mei 2014 dengan materi Kelas Maya.

  1. TUJUAN

    1. Menyebarkan kurikulum 2013 yaitu Simulasi Digital melalui Training Online.
    2. Mencari sekolah yang siap untuk menjadi TUK Simulasi Digital di setiap kota/kabupaten JATENG sebanyak-banyaknya.
    3. Menyebarkan informasi mengenai SDP SMK Rujukan untuk pelatihan pendampingan penyusunan proposal SMK Rujukan bagi sekolah yang berminat.
    4. Memberikan pelatihan mengenai dua kompetensi dasar Simulasi Digital, yaitu Buku Digital dan Kelas Maya.

       

  2. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN

    GELOMBANG 3

    Tempat pelaksanaan    : LPMP Jawa Tengah

    Waktu pelaksanaan    : 6 – 8 Mei 2014

GELOMBANG 4

    Tempat pelaksanaan    : LPMP Jawa Tengah

    Waktu pelaksanaan    : 12 – 13 Mei 2014

 

  1. STRATEGI PELAKSANAAN

    1. Pada gelombang ke- 3, LPMP Jateng tidak dapat mengikuti Training Online dikarenakan seluruh staf LPMP tugas ke luar kota. Pada gelombang ke- 4 berjumlah 20 orang.
    2. Pada gelombang ke- 4 ini materi training adalah Kelas Maya yaitu, Edmodo.
    3. Pelatihan ini menggunakan ruang sidang di Gedung I LPMP.
    4. Satu ruangan difasilitasi oleh 1 narasumber dari SEAMOLEC dan 2 staff IT terkait.
    5. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari.
    6. Hari pertama, pembuatan akun Edmodo. Hari kedua penjelasan mengenai fitur-fitur yang ada pada Edmodo.
    7. Di akhir pelatihan, dipilih beberapa peserta untuk mempresentasikan hasil pelatihan berupa akun Edmodo dan penjelasan mengenai beberapa fitur yang ditawarkan Edmodo.
    8. Pembukaan pelatihan secara resmi dibuka oleh Ibu pejabat LPMP Jateng.

 

  1. JADWAL

Untuk gelombang 4 berikut jadwal kegiatan pelatihan :

No.

Tanggal 

Waktu 

Delivery System 

Materi 

1. 

12 Mei 2014

10:00 – 12:00 

Streaming Online 

Kelas Maya (Edmodo) 

2. 

13 Mei 2014

13:00 – 14:00 

Tatap Muka (Praktik Mandiri didampingi asisten) 

 

  1.  

Gelombang ke- 4:

No 

Nama 

Institusi 

1 

Mukhtar Khanafi

SMK NU Ungaran 

2 

Andi Wisnu Ariyanto 

SMKN 1 Bawen 

3 

Anies Erfan D. B. 

SMKN 6 Semarang 

4 

M. Ari Susanto 

SMKN 2 Kendal 

5 

Arif Lestiyono 

SMK Telkom Tunas H 

6 

Antik Hariyanti 

SMKN 4 Kendal 

7 

Teguh Setya A. 

SMKN 1 Kendal 

8 

Aan Catur Widodo 

SMKN 11 Semarang

9 

Setiyo Budi Utomo 

SMKN 5 Semarang 

10 

M. Chamid 

SMKN 3 Salatiga 

11 

Nur Endah K 

SMKN 2 Demak 

12 

Suryo Handoko 

SMKN 2 Salatiga 

13 

R. Akh. Mukhlis C. P. 

SMKN 3 Semarang 

14 

Sri Budi Rahayu 

SMKN 8 Semarang 

15 

Dwi Retnowati 

SMKN 2 Semarang 

16 

Illal Albab 

SMKN 1 Salatiga 

17 

Florens Nurhayati 

SMKN 1 Salatiga 

18 

Anik Mudzakiroh 

SMKN 1 Demak 

19 

Hari Seputro 

SMKN 7 Semarang 

20 

Sunardi 

SMKN 4 Semarang 

 

 

 

 

  1.  

    Senin, 12 April 2014

    10.00 – 12.00 WIB
    (Praktik Mandiri)

    Materi : Kelas Maya (Edmodo)

  • Pengertian Kelas Maya dan pengenalan Edmodo
  • Jenis – jenis pengelolahan Kelas Maya
  • Memanfaatkan Social Learning Network dengan edmodo
  • Pembuatan akun Edmodo sebagai guru

13.00- 14.00 (Praktik Mandiri)

  • Memulai penggunaan Edmodo bagi guru
  • Pembuatan dan pengaturan Kelas Virtual (Grup) dalam Edmodo
  • Penjelasan fitur-fitur sebagai guru di Edmodo

 

Selasa 29 April 2014

10.00 – 12.00 WIB (Praktik Mandiri)

  • Manajemen konten dalam Edmodo
  • Penggunaan fitur-fitur pada Edmodo
  • Review materi

     

13.00 – 14.00 WIB (Streaming Online)

  • Tanya jawab mengenai pelatihan
  • Persentasi akun Edmodo

     

 

  1.  
    1. Kegiatan streaming tidak dapat dilaksanakan, dikarenakan terjadi kendala atau gangguan dari server SEAMOLEC. Sehingga training dilanjutkan secara offline, mengandalkan instruktur yang telah ditugaskan ke daerah-daerah.
    2. Peserta cukup antusias mengikuti pelatihan, walaupun kegiatan dilaksanakan secara offline.
    3. Saran dari peserta, training secara offline lebih efektif dan efesien dibandingkan dengan training secara online yang lebih banyak mengalami kendala.
    4. Jika memang pelatihan tetap ingin dilaksanakan secara online, maka persiapan harus diperketat lagi agar hasilnya pun maksimal dan tidak membuang-buang waktu.
    5. Peserta menginginkan pelatihan dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur.
    6. Peserta lebih mempertanyakan tentang tujuan kegiatan dibandingkan manfaat dari kegiatan pelatihan itu sendiri.

 

  1. TINDAK LANJUT KEGIATAN    

Materi yang disampaikan pada gelombang ke- 4 ini adalah Edmodo. Beberapa peserta atau guru pernah mengikuti pelatihan mengenai Edmodo sebelumnya, jadi beberapa guru pun langsung menerapkan pembelajaran menggunakan Edmodo setelah pelatihan ini dilaksanakan. Namun kendala untuk guru-guru yang mengajar dipelosok cukup sulit untuk menggunakan platform pembelajaran ini kepada para siswa-siswanya.

Menurut guru-guru yang sudah menerapkan sistem pembelajaran ini, sistem ini sangat membantu para guru-guru yang sering ditugaskan ke luar kota untuk tetap dapat memberikan materi pembelajaran kepada siswa-siswanya. Siswa juga lebih antusias apabila guru menggunakan sistem pembelajaran ini. Disamping dapat mengenalkan kepada para siswa mengenai sistem pembelajaran jarak jauh yang praktis, sistem ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.

j.    FOTO KEGIATAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

K.    REKAP FORM EVALUASI

NO 

Penilaian 

Responden 

1 

2 

3 

4 

5 

6 

7 

8 

9 

10 

1 

Dengan mengikuti pelatihan ini, maka saya merasa kemampuan saya bertambah secara 

3 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

4 

4 

4 

2 

Dalam melaksanakan tugas sehari-hari di tempat kerja saya, kompetensi yang saya dapatkan setelah mengikuti pelatihan ini

3 

3 

3 

4 

3 

3 

4 

3 

4 

4 

3 

Seluruh materi yang diberikan sesuai dengan bidang kerja yang saya miliki 

4 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

4 

4 

4 

4 

Seluruh materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan awa yang saya miliki

2 

3 

4 

4 

3 

3 

4 

3 

4 

4 

5 

Untuk mengikuti pelatihan saya harus memiliki pengetahuan/kemampuan prasyarat 

3 

3 

3 

2 

1 

3 

4 

2 

2 

2 

6 

Materi pelatihan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai 

2 

3 

4 

4 

2 

3 

4 

3 

4 

4 

7 

Penyampaian materi pada pelatihan ini dilakukan dengan sistematis

2 

3 

3 

4 

2 

3 

4 

3 

4 

4 

8 

Alokasi waktu yang diberikan pada masing-masing mater bila dibandingkan dengan tingkat kesulitan dan kedalaman materi 

2 

3 

3 

4 

2 

3 

4 

3 

3 

3 

9 

Media untuk mendukung proses pembelajaran

2 

3 

2 

4 

2 

3 

3 

3 

4 

4 

10 

Pemilihan media yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

3 

4 

4 

4 

11 

Media yang tersedia digunakan dengan baik 

3 

3 

3 

4 

2 

3 

4 

3 

4 

4 

12 

Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan atas kompetensi yang akan dicapai 

2 

3 

3 

4 

3 

3 

4 

3 

4 

4 

13 

Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan atas karakteristik peserta pelatihan 

3 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

14 

Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan atas materi pelatihan 

3 

3 

4 

4 

3 

3 

3 

3 

4 

4 

15 

Strategi pembelajaran yang digunakan sesuai untuk mengaktifkan peserta pelatihan

3 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

16 

Sarana belajar yang tersedia 

2 

3 

3 

4 

2 

4 

4 

2 

4 

4 

17 

Setiap fasilitator mampu menjelaskan materi yang menjadi tanggungjawabnya 

3 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

18 

Teknik penyajian yang digunakan fasilitator dalam menyampaikan masing-masing materi

3 

3 

3 

4 

2 

4 

4 

3 

3 

3 

19 

Seluruh materi yang diberikan saat pelatihan dilengkapi dengan bahan ajar 

2 

3 

2 

4 

1 

3 

3 

2 

4 

4 

20 

Untuk pelatihan yang memerlukan kegiatan praktek, semua fasilitator beerada dalam ruang praktek dan membantu peserta sehingga praktek menjadi lancar

2 

3 

3 

4 

2 

4 

4 

3 

4 

4 

21 

Seluruh fasilitator menggunakan waktu pelatihan secara cermat sesuai dengan jadwal pelatihan yang telah dibuat 

3 

3 

3 

4 

2 

4 

4 

3 

4 

4 

22 

Fasilitator memulai dan mengakhiri kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan

3 

3 

4 

4 

2 

4 

4 

3 

4 

4 

23 

Panitia memantau agar setiap kegiatan dimulai dan diakhiri tepat waktu/sesuai kesepakatan 

3 

3 

4 

4 

2 

4 

4 

3 

4 

4 

24 

Pada akhir pelatihan peserta diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil yang telah dibuat pada saat pelatihan berlangsung

3 

3 

3 

3 

2 

4 

4 

  

3 

3 

25 

Soal tes yang diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai 

3 

3 

4 

4 

2 

3 

3 

3 

4 

4 

26 

Soal tes yang diberikan dapat saya jawab dengan baik 

3 

3 

3 

3 

2 

3 

3 

3 

4 

4 

 

 

NO 

Penilaian

Responden 

11 

12 

13 

14 

15 

16 

17 

18 

19 

20 

1 

Dengan mengikuti pelatihan ini, maka saya merasa kemampuan saya bertambah secara 

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

3 

3 

2 

Dalam melaksanakan tugas sehari-hari di tempat kerja saya, kompetensi yang saya dapatkan setelah mengikuti pelatihan ini

4 

4 

3 

3 

4 

4 

4 

4 

3 

3 

3 

Seluruh materi yang diberikan sesuai dengan bidang kerja yang saya miliki 

4 

4 

3 

3 

3 

3 

4 

4 

3 

3 

4 

Seluruh materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan awa yang saya miliki 

3 

3 

3 

2 

3 

3 

4 

4 

3 

2 

5 

Untuk mengikuti pelatihan saya harus memiliki pengetahuan/kemampuan prasyarat

1 

2 

1 

2 

2 

1 

3 

3 

2 

3 

6 

Materi pelatihan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai 

4 

4 

3 

3 

3 

3 

4 

4 

3 

2 

7 

Penyampaian materi pada pelatihan ini dilakukan dengan sistematis 

4 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

4 

3 

2 

8 

Alokasi waktu yang diberikan pada masing-masing mater bila dibandingkan dengan tingkat kesulitan dan kedalaman materi

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

1 

9 

Media untuk mendukung proses pembelajaran 

2 

3 

2 

2 

3 

4 

3 

3 

3 

3 

10 

Pemilihan media yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan

3 

3 

3 

4 

3 

4 

3 

4 

3 

3 

11 

Media yang tersedia digunakan dengan baik 

3 

3 

3 

2 

3 

4 

3 

4 

3 

3 

12 

Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan atas kompetensi yang akan dicapai 

4 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

13 

Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan atas karakteristik peserta pelatihan

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

3 

3 

14 

Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan atas materi pelatihan 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

15 

Strategi pembelajaran yang digunakan sesuai untuk mengaktifkan peserta pelatihan 

4 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

4 

3 

2 

16 

Sarana belajar yang tersedia

3 

3 

2 

2 

3 

4 

3 

3 

3 

3 

17 

Setiap fasilitator mampu menjelaskan materi yang menjadi tanggungjawabnya 

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

4 

3 

3 

18 

Teknik penyajian yang digunakan fasilitator dalam menyampaikan masing-masing materi 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

2 

19 

Seluruh materi yang diberikan saat pelatihan dilengkapi dengan bahan ajar

3 

3 

3 

2 

3 

3 

2 

2 

3 

2 

20 

Untuk pelatihan yang memerlukan kegiatan praktek, semua fasilitator beerada dalam ruang praktek dan membantu peserta sehingga praktek menjadi lancar 

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

3 

2 

21 

Seluruh fasilitator menggunakan waktu pelatihan secara cermat sesuai dengan jadwal pelatihan yang telah dibuat 

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

4 

3 

2 

22 

Fasilitator memulai dan mengakhiri kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan 

4 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

3 

3 

23 

Panitia memantau agar setiap kegiatan dimulai dan diakhiri tepat waktu/sesuai kesepakatan

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

2 

3 

24 

Pada akhir pelatihan peserta diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil yang telah dibuat pada saat pelatihan berlangsung 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

2 

2 

25 

Soal tes yang diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai

3 

3 

  

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

26 

Soal tes yang diberikan dapat saya jawab dengan baik 

3 

3 

  

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

DETAIL INFORMATION RESPONDEN

Gelombang 4

No. 

Nama Lengkap 

TTL 

Asal Institusi

1 

Muhtar Khanafi A.Md.Kom 

Kab. Semarang, 06 Oktober 1987 

SMK NU Ungaran 

2 

Anies Erfan Dinarin Budiarso, S.Pd 

Kudus, 30 Desember 1985 

SMKN 6 Semarang 

3 

Suryo Handoko, S.Si 

Semarang, 09 Februari 1974 

SMKN 2 Salatiga 

4 

Raden Akhmad Mukhlis Catur Prasetyo

Pamekasan, 1 Juni 1974 

SMKN 3 Semarang 

5 

Arif Lestiyono, S.Kom 

Salatiga, 18 Mei 1976 

SMK Telekomunikasi Tunas Harapan 

6 

Sri Budi Rahayu, S.Pd 

Semarang, 3 Juli 1969 

SMKN 8 Semarang 

7 

Sunardi, S.Kom, M.Kom 

Semarang, 23 Februari 1977 

SMKN 4 Semarang 

8 

Setiyo Budi Utomo, S.Kom 

Boyolali, 04 Juni 1982 

SMKN 5 Semarang 

9 

Hari Seputro, S.Pd, MT 

Semarang, 21 September 1967 

SMKN 7 Semarang 

10 

Florens Nurhayati, S.Kom 

Jakarta, 28 April 1984 

SMKN 1 Salatiga 

11 

Dwi Retnowati, S.Pd 

Semarang, 01 Maret 1978 

SMKN 2 Semarang

12 

Anik Mudzakiroh, S.Kom 

Demak, 08 Februari 1979 

SMKN 1 Demak 

13 

Antik Hariyanti, S.Kom 

Kendal, 02 November 1980 

SMKN 4 Kendal 

14 

Andi Wisnu Ariyanto, S.Kom 

Kab. Semarang, 23 Maret 1977 

SMKN 1 Bawen 

15 

Teguh Setya Abadi, S.Kom 

Kendal, 03 Juli 1976

SMKN 1 Kendal 

16 

Aan Catur Widodo, S.Kom 

Semarang, 04 April 1977 

SMKN 11 Semarang 

17 

Muhammad Ari Susanto, S.ST 

Kendal, 5 Maret 1984 

SMKN 2 Kendal 

18 

Nur Endah Kusumawiyanti, S.Kom 

Salatiga, 14 Mei 1975 

SMKN 2 Demak 

19 

Illal Albab 

Kudus, 12 Desember 1983

SMK Muhammadiyah 3 Pucang Gading 

20 

Muhammad Chamid, A.Md 

Kab. Semarang, 9 Desember 1985 

SMKN 3 Salatiga 

Laporan Training Online Gelombang 4

0



KATA PENGANTAR

 

    Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kegiatan uji coba training online ini dengan baik dan lancar. Laporan kegiatan ini, bertujuan untuk menyebarkan kurikulum 2013 yaitu simulasi digital melalui straining online, dan penulis dapat berbagi ilmu dengan menjadi instruktur melalui pendampingan mempraktekkan ilmu kepada peserta kegiatan training online. Penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan rekan sekalian yang telah membantu dan memberi dukungan kepada penulis dalam penyelesaian laporan ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna. Terkait dengan kelebihan dan kekurangan dari tugas ini, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan. Penulis berharap Makalah ini akan memberi manfaat bagi pembaca dan pengalaman bagi penulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. LATAR BELAKANG

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 07 tahun 2007. Sebelum keputusan tersebut terbit bernama Balai Penataran Guru (BPG) Semarang dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Tengah (LPMP) Jawa Tengah. Secara geografis LPMP Jawa Tengah berlokasi di Jalan Kyai Maja Srondol Kulon Semarang dengan areal tanah seluas 24.634 m2.

 

Balai Penataran Guru Semarang pada awal berdirinya diatur oleh Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0116/O/1977 tanggal 23 April 1977 tentang Tata Kerja Balai Penataran Guru dan Tenaga Teknis Regional. Selanjutnya melalui Keputusan Mendikbud Nomor 0181/O/1979 tanggal 20 Agustus 1979 Balai Penataran Guru dan Tenaga Teknis Regional diubah menjadi Balai Penataran Guru. Struktur organisasi BPG saat itu diatur menurut Keputusan Mendikbud Nomor 0203/O/1978 tanggal 23 Juli 1978, yang susunan organisasinya belum mencerminkan lembaga penataran karena belum tampak adanya tenaga fungsional. Dalam perkembangan selanjutnya, fungsi dan peranan BPG Semarang semakin meningkat setelah terbit Keputusan Mendikbud Nomor 024/O/1991 tenggal 2 Mei 1991 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Balai Penataran Guru yang didalamnya memuat pula jabatan struktural dan fungsionalnya dalam BPG. Selanjutnya Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 087/O/2003 tanggal 4 Juli 2003 sebagai lembaga yang bertujuan agar pelaksanaan pendidikan di Jawa Tengah sesuai dengan standar, norma, kriteria dan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional melakukan restrukturisasi dan refungsionalisasi BPG. Semarang dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Tengah menjadi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah. Pembentukan LPMP Jawa Tengah ini bertujuan agar pelaksanaan pendidikan di Jawa Tengah sesuai dengan standar, norma, kriteria dan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pusat di bawah Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK).

Penggunaan teknologi sebagai media pengelolaan informasi, teknologi informasi telah mulai diajarkan bagi siswa SMP sejak tahun 2000, dalam kemasan Mata Pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI). Mata pelajaran “KKPI”, dalam sebutan nama mata pelajaran lain sejenis, juga mulai tumbuh pada jenjang pendidikan di bawah dan yang setingkat dengan SMP.

Perkenalan fungsi komputer bagi siswa dan terutama, mahasiswa, serta masyarakat luas sudah lebih dari sekadar pengelolaan informasi sebagai langkah awal mendapatkan informasi lebih cepat. Siswa pada jenjang pendidikan menengah di lokasi tertentu, kota besar atau sekolah yang sudah memberikan mata pelajaran KKPI”, tidak dapat menunggu lebih lama lagi untuk memanfaatkan kemudahan dan percepatan teknologi informasi, terlebih pada masa yang sudah memasuki era digital. Pertumbuhan dan percepatan teknologi harus dimanfaatkan. Justru pemanfaatan kemudahan dan percepatan teknologi informasi ini akan menjadi bumerang yang merugikan siswa bila tidak diarahkan pada materi yang bermanfaat bagi siswa dan masyarakat luas.

Pengelolaan informasi untuk mendapat informasi lebih cepat, mata pelajaran KKPI telah berhasil mengubah kesadaran siswa memasuki era informasi. Kesadaran tersebut masih bersifat pasif, masih sebagai penerima informasi. Peningkatan tataran ini adalah kesadaran menggunakan teknologi informasi sebagai media berbagi (sharing) informasi kepada pihak lain. Di luar kendali pendidikan, media sosial juga berkembang cepat dan justru lebih merebak, sangat luas.

Dalam rangka menyiapkan guru SMK untuk pelajaran simulasi digital sebagai pengganti mata pelajaran KKPI, SEAMOLEC mengadakan pelatihan simulasi digital dengan metode online melalui 6 gelombang. Pelatihan training online ini dilaksanakan untuk uji coba apakah proses penyebaran kurikulum 2013 yaitu simdig dapat dilakukan melalui Streaming. Uji coba gelombang 1 telah dilaksankan pada tanggal 23 – 25 April 2014 di 27 LPMP salah satunya di LPMP Jateng dengan materi Buku Digital. Sedangkan gelombang ke dua dilaksankan pada tanggal 28 – 29 April untuk Kelas Maya. Gelombang ke tiga yang harusnya dilaksanakan pada tanggal 5 – 7 Mei 2014 tidak dapat dilaksanakan di LPMP Jateng, dikarenakan seluruh staf mengawas UN ke daerah-daerah terpencil di Jawa Tengan sehingga tidak dapat mempersiapkan training online. Lalu gelombang ke empat ini dilaksanakan pada tanggal 12 – 13 Mei 2014 dengan materi Kelas Maya.

  1. TUJUAN

    1. Menyebarkan kurikulum 2013 yaitu Simulasi Digital melalui Training Online.
    2. Mencari sekolah yang siap untuk menjadi TUK Simulasi Digital di setiap kota/kabupaten JATENG sebanyak-banyaknya.
    3. Menyebarkan informasi mengenai SDP SMK Rujukan untuk pelatihan pendampingan penyusunan proposal SMK Rujukan bagi sekolah yang berminat.
    4. Memberikan pelatihan mengenai dua kompetensi dasar Simulasi Digital, yaitu Buku Digital dan Kelas Maya.

       

  2. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN

    GELOMBANG 3

    Tempat pelaksanaan    : LPMP Jawa Tengah

    Waktu pelaksanaan    : 6 – 8 Mei 2014

GELOMBANG 4

    Tempat pelaksanaan    : LPMP Jawa Tengah

    Waktu pelaksanaan    : 12 – 13 Mei 2014

 

  1. STRATEGI PELAKSANAAN

    1. Pada gelombang ke- 3, LPMP Jateng tidak dapat mengikuti Training Online dikarenakan seluruh staf LPMP tugas ke luar kota. Pada gelombang ke- 4 berjumlah 20 orang.
    2. Pada gelombang ke- 4 ini materi training adalah Kelas Maya yaitu, Edmodo.
    3. Pelatihan ini menggunakan ruang sidang di Gedung I LPMP.
    4. Satu ruangan difasilitasi oleh 1 narasumber dari SEAMOLEC dan 2 staff IT terkait.
    5. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari.
    6. Hari pertama, pembuatan akun Edmodo. Hari kedua penjelasan mengenai fitur-fitur yang ada pada Edmodo.
    7. Di akhir pelatihan, dipilih beberapa peserta untuk mempresentasikan hasil pelatihan berupa akun Edmodo dan penjelasan mengenai beberapa fitur yang ditawarkan Edmodo.
    8. Pembukaan pelatihan secara resmi dibuka oleh Ibu pejabat LPMP Jateng.

 

  1. JADWAL

Untuk gelombang 4 berikut jadwal kegiatan pelatihan :

No.

Tanggal 

Waktu 

Delivery System 

Materi 

1. 

12 Mei 2014

10:00 – 12:00 

Streaming Online 

Kelas Maya (Edmodo) 

2. 

13 Mei 2014

13:00 – 14:00 

Tatap Muka (Praktik Mandiri didampingi asisten) 

 

  1.  

Gelombang ke- 4:

No 

Nama 

Institusi 

1 

Mukhtar Khanafi

SMK NU Ungaran 

2 

Andi Wisnu Ariyanto 

SMKN 1 Bawen 

3 

Anies Erfan D. B. 

SMKN 6 Semarang 

4 

M. Ari Susanto 

SMKN 2 Kendal 

5 

Arif Lestiyono 

SMK Telkom Tunas H 

6 

Antik Hariyanti 

SMKN 4 Kendal 

7 

Teguh Setya A. 

SMKN 1 Kendal 

8 

Aan Catur Widodo 

SMKN 11 Semarang

9 

Setiyo Budi Utomo 

SMKN 5 Semarang 

10 

M. Chamid 

SMKN 3 Salatiga 

11 

Nur Endah K 

SMKN 2 Demak 

12 

Suryo Handoko 

SMKN 2 Salatiga 

13 

R. Akh. Mukhlis C. P. 

SMKN 3 Semarang 

14 

Sri Budi Rahayu 

SMKN 8 Semarang 

15 

Dwi Retnowati 

SMKN 2 Semarang 

16 

Illal Albab 

SMKN 1 Salatiga 

17 

Florens Nurhayati 

SMKN 1 Salatiga 

18 

Anik Mudzakiroh 

SMKN 1 Demak 

19 

Hari Seputro 

SMKN 7 Semarang 

20 

Sunardi 

SMKN 4 Semarang 

 

 

 

 

  1.  

    Senin, 12 April 2014

    10.00 – 12.00 WIB
    (Praktik Mandiri)

    Materi : Kelas Maya (Edmodo)

  • Pengertian Kelas Maya dan pengenalan Edmodo
  • Jenis – jenis pengelolahan Kelas Maya
  • Memanfaatkan Social Learning Network dengan edmodo
  • Pembuatan akun Edmodo sebagai guru

13.00- 14.00 (Praktik Mandiri)

  • Memulai penggunaan Edmodo bagi guru
  • Pembuatan dan pengaturan Kelas Virtual (Grup) dalam Edmodo
  • Penjelasan fitur-fitur sebagai guru di Edmodo

 

Selasa 29 April 2014

10.00 – 12.00 WIB (Praktik Mandiri)

  • Manajemen konten dalam Edmodo
  • Penggunaan fitur-fitur pada Edmodo
  • Review materi

     

13.00 – 14.00 WIB (Streaming Online)

  • Tanya jawab mengenai pelatihan
  • Persentasi akun Edmodo

     

 

  1.  
    1. Kegiatan streaming tidak dapat dilaksanakan, dikarenakan terjadi kendala atau gangguan dari server SEAMOLEC. Sehingga training dilanjutkan secara offline, mengandalkan instruktur yang telah ditugaskan ke daerah-daerah.
    2. Peserta cukup antusias mengikuti pelatihan, walaupun kegiatan dilaksanakan secara offline.
    3. Saran dari peserta, training secara offline lebih efektif dan efesien dibandingkan dengan training secara online yang lebih banyak mengalami kendala.
    4. Jika memang pelatihan tetap ingin dilaksanakan secara online, maka persiapan harus diperketat lagi agar hasilnya pun maksimal dan tidak membuang-buang waktu.
    5. Peserta menginginkan pelatihan dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur.
    6. Peserta lebih mempertanyakan tentang tujuan kegiatan dibandingkan manfaat dari kegiatan pelatihan itu sendiri.

 

  1. TINDAK LANJUT KEGIATAN    

Materi yang disampaikan pada gelombang ke- 4 ini adalah Edmodo. Beberapa peserta atau guru pernah mengikuti pelatihan mengenai Edmodo sebelumnya, jadi beberapa guru pun langsung menerapkan pembelajaran menggunakan Edmodo setelah pelatihan ini dilaksanakan. Namun kendala untuk guru-guru yang mengajar dipelosok cukup sulit untuk menggunakan platform pembelajaran ini kepada para siswa-siswanya.

Menurut guru-guru yang sudah menerapkan sistem pembelajaran ini, sistem ini sangat membantu para guru-guru yang sering ditugaskan ke luar kota untuk tetap dapat memberikan materi pembelajaran kepada siswa-siswanya. Siswa juga lebih antusias apabila guru menggunakan sistem pembelajaran ini. Disamping dapat mengenalkan kepada para siswa mengenai sistem pembelajaran jarak jauh yang praktis, sistem ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.

j.    FOTO KEGIATAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

K.    REKAP FORM EVALUASI

NO 

Penilaian 

Responden 

1 

2 

3 

4 

5 

6 

7 

8 

9 

10 

1 

Dengan mengikuti pelatihan ini, maka saya merasa kemampuan saya bertambah secara 

3 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

4 

4 

4 

2 

Dalam melaksanakan tugas sehari-hari di tempat kerja saya, kompetensi yang saya dapatkan setelah mengikuti pelatihan ini

3 

3 

3 

4 

3 

3 

4 

3 

4 

4 

3 

Seluruh materi yang diberikan sesuai dengan bidang kerja yang saya miliki 

4 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

4 

4 

4 

4 

Seluruh materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan awa yang saya miliki

2 

3 

4 

4 

3 

3 

4 

3 

4 

4 

5 

Untuk mengikuti pelatihan saya harus memiliki pengetahuan/kemampuan prasyarat 

3 

3 

3 

2 

1 

3 

4 

2 

2 

2 

6 

Materi pelatihan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai 

2 

3 

4 

4 

2 

3 

4 

3 

4 

4 

7 

Penyampaian materi pada pelatihan ini dilakukan dengan sistematis

2 

3 

3 

4 

2 

3 

4 

3 

4 

4 

8 

Alokasi waktu yang diberikan pada masing-masing mater bila dibandingkan dengan tingkat kesulitan dan kedalaman materi 

2 

3 

3 

4 

2 

3 

4 

3 

3 

3 

9 

Media untuk mendukung proses pembelajaran

2 

3 

2 

4 

2 

3 

3 

3 

4 

4 

10 

Pemilihan media yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

3 

4 

4 

4 

11 

Media yang tersedia digunakan dengan baik 

3 

3 

3 

4 

2 

3 

4 

3 

4 

4 

12 

Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan atas kompetensi yang akan dicapai 

2 

3 

3 

4 

3 

3 

4 

3 

4 

4 

13 

Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan atas karakteristik peserta pelatihan 

3 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

14 

Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan atas materi pelatihan 

3 

3 

4 

4 

3 

3 

3 

3 

4 

4 

15 

Strategi pembelajaran yang digunakan sesuai untuk mengaktifkan peserta pelatihan

3 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

16 

Sarana belajar yang tersedia 

2 

3 

3 

4 

2 

4 

4 

2 

4 

4 

17 

Setiap fasilitator mampu menjelaskan materi yang menjadi tanggungjawabnya 

3 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

3 

4 

4 

18 

Teknik penyajian yang digunakan fasilitator dalam menyampaikan masing-masing materi

3 

3 

3 

4 

2 

4 

4 

3 

3 

3 

19 

Seluruh materi yang diberikan saat pelatihan dilengkapi dengan bahan ajar 

2 

3 

2 

4 

1 

3 

3 

2 

4 

4 

20 

Untuk pelatihan yang memerlukan kegiatan praktek, semua fasilitator beerada dalam ruang praktek dan membantu peserta sehingga praktek menjadi lancar

2 

3 

3 

4 

2 

4 

4 

3 

4 

4 

21 

Seluruh fasilitator menggunakan waktu pelatihan secara cermat sesuai dengan jadwal pelatihan yang telah dibuat 

3 

3 

3 

4 

2 

4 

4 

3 

4 

4 

22 

Fasilitator memulai dan mengakhiri kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan

3 

3 

4 

4 

2 

4 

4 

3 

4 

4 

23 

Panitia memantau agar setiap kegiatan dimulai dan diakhiri tepat waktu/sesuai kesepakatan 

3 

3 

4 

4 

2 

4 

4 

3 

4 

4 

24 

Pada akhir pelatihan peserta diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil yang telah dibuat pada saat pelatihan berlangsung

3 

3 

3 

3 

2 

4 

4 

  

3 

3 

25 

Soal tes yang diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai 

3 

3 

4 

4 

2 

3 

3 

3 

4 

4 

26 

Soal tes yang diberikan dapat saya jawab dengan baik 

3 

3 

3 

3 

2 

3 

3 

3 

4 

4 

 

 

NO 

Penilaian

Responden 

11 

12 

13 

14 

15 

16 

17 

18 

19 

20 

1 

Dengan mengikuti pelatihan ini, maka saya merasa kemampuan saya bertambah secara 

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

3 

3 

2 

Dalam melaksanakan tugas sehari-hari di tempat kerja saya, kompetensi yang saya dapatkan setelah mengikuti pelatihan ini

4 

4 

3 

3 

4 

4 

4 

4 

3 

3 

3 

Seluruh materi yang diberikan sesuai dengan bidang kerja yang saya miliki 

4 

4 

3 

3 

3 

3 

4 

4 

3 

3 

4 

Seluruh materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan awa yang saya miliki 

3 

3 

3 

2 

3 

3 

4 

4 

3 

2 

5 

Untuk mengikuti pelatihan saya harus memiliki pengetahuan/kemampuan prasyarat

1 

2 

1 

2 

2 

1 

3 

3 

2 

3 

6 

Materi pelatihan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai 

4 

4 

3 

3 

3 

3 

4 

4 

3 

2 

7 

Penyampaian materi pada pelatihan ini dilakukan dengan sistematis 

4 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

4 

3 

2 

8 

Alokasi waktu yang diberikan pada masing-masing mater bila dibandingkan dengan tingkat kesulitan dan kedalaman materi

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

1 

9 

Media untuk mendukung proses pembelajaran 

2 

3 

2 

2 

3 

4 

3 

3 

3 

3 

10 

Pemilihan media yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan

3 

3 

3 

4 

3 

4 

3 

4 

3 

3 

11 

Media yang tersedia digunakan dengan baik 

3 

3 

3 

2 

3 

4 

3 

4 

3 

3 

12 

Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan atas kompetensi yang akan dicapai 

4 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

13 

Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan atas karakteristik peserta pelatihan

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

3 

3 

14 

Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan atas materi pelatihan 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

15 

Strategi pembelajaran yang digunakan sesuai untuk mengaktifkan peserta pelatihan 

4 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

4 

3 

2 

16 

Sarana belajar yang tersedia

3 

3 

2 

2 

3 

4 

3 

3 

3 

3 

17 

Setiap fasilitator mampu menjelaskan materi yang menjadi tanggungjawabnya 

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

4 

3 

3 

18 

Teknik penyajian yang digunakan fasilitator dalam menyampaikan masing-masing materi 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

2 

19 

Seluruh materi yang diberikan saat pelatihan dilengkapi dengan bahan ajar

3 

3 

3 

2 

3 

3 

2 

2 

3 

2 

20 

Untuk pelatihan yang memerlukan kegiatan praktek, semua fasilitator beerada dalam ruang praktek dan membantu peserta sehingga praktek menjadi lancar 

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

3 

2 

21 

Seluruh fasilitator menggunakan waktu pelatihan secara cermat sesuai dengan jadwal pelatihan yang telah dibuat 

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

4 

3 

2 

22 

Fasilitator memulai dan mengakhiri kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan 

4 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

3 

3 

23 

Panitia memantau agar setiap kegiatan dimulai dan diakhiri tepat waktu/sesuai kesepakatan

3 

3 

3 

3 

3 

4 

3 

3 

2 

3 

24 

Pada akhir pelatihan peserta diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil yang telah dibuat pada saat pelatihan berlangsung 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

2 

2 

25 

Soal tes yang diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai

3 

3 

  

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

26 

Soal tes yang diberikan dapat saya jawab dengan baik 

3 

3 

  

3 

3 

3 

3 

3 

3 

3 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

DETAIL INFORMATION RESPONDEN

Gelombang 4

No. 

Nama Lengkap 

TTL 

Asal Institusi

1 

Muhtar Khanafi A.Md.Kom 

Kab. Semarang, 06 Oktober 1987 

SMK NU Ungaran 

2 

Anies Erfan Dinarin Budiarso, S.Pd 

Kudus, 30 Desember 1985 

SMKN 6 Semarang 

3 

Suryo Handoko, S.Si 

Semarang, 09 Februari 1974 

SMKN 2 Salatiga 

4 

Raden Akhmad Mukhlis Catur Prasetyo

Pamekasan, 1 Juni 1974 

SMKN 3 Semarang 

5 

Arif Lestiyono, S.Kom 

Salatiga, 18 Mei 1976 

SMK Telekomunikasi Tunas Harapan 

6 

Sri Budi Rahayu, S.Pd 

Semarang, 3 Juli 1969 

SMKN 8 Semarang 

7 

Sunardi, S.Kom, M.Kom 

Semarang, 23 Februari 1977 

SMKN 4 Semarang 

8 

Setiyo Budi Utomo, S.Kom 

Boyolali, 04 Juni 1982 

SMKN 5 Semarang 

9 

Hari Seputro, S.Pd, MT 

Semarang, 21 September 1967 

SMKN 7 Semarang 

10 

Florens Nurhayati, S.Kom 

Jakarta, 28 April 1984 

SMKN 1 Salatiga 

11 

Dwi Retnowati, S.Pd 

Semarang, 01 Maret 1978 

SMKN 2 Semarang

12 

Anik Mudzakiroh, S.Kom 

Demak, 08 Februari 1979 

SMKN 1 Demak 

13 

Antik Hariyanti, S.Kom 

Kendal, 02 November 1980 

SMKN 4 Kendal 

14 

Andi Wisnu Ariyanto, S.Kom 

Kab. Semarang, 23 Maret 1977 

SMKN 1 Bawen 

15 

Teguh Setya Abadi, S.Kom 

Kendal, 03 Juli 1976

SMKN 1 Kendal 

16 

Aan Catur Widodo, S.Kom 

Semarang, 04 April 1977 

SMKN 11 Semarang 

17 

Muhammad Ari Susanto, S.ST 

Kendal, 5 Maret 1984 

SMKN 2 Kendal 

18 

Nur Endah Kusumawiyanti, S.Kom 

Salatiga, 14 Mei 1975 

SMKN 2 Demak 

19 

Illal Albab 

Kudus, 12 Desember 1983

SMK Muhammadiyah 3 Pucang Gading 

20 

Muhammad Chamid, A.Md 

Kab. Semarang, 9 Desember 1985 

SMKN 3 Salatiga 

0

LAPORAN MAGANG MAHASISWA D4 ITB BATCH VIII

JURUSAN TEKNIK KOMPUTER & JARINGAN – TEKNIK MEDIA DIGITAL

PROGRAM ALIH JENJANG D3 KE D4

KERJASAMA ITB – SEAMOLEC

TAHUN AJARAN 2013 – 2014

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

    Puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Magang ini. Tujuan penulisan Laporan ini, yaitu untuk memenuhi salah satu persyaratan program Diploma IV pada Jurusan Teknik Komputer Jaringan dan Media Digital di Institut Teknologi Bandung.

    Laporan magang ini merupakan rangkuman dari kegiatan penulis selama melaksanakan magang di Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) mulai tanggal 23 Desember 2014 sampai dengan tanggal 18 April 2014.

    Ucapan terima kasih senantiasa penulis haturkan kepada:

  1. Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng), selaku instansi tempat penulis melaksanakan kegiatan magang.
  2. Irjen Pol Drs. Noer Ali, selaku Kapolda Jawa Tengah.
  3. Biro SDM Polda Jateng, selaku Biro penanggung jawab program PJJ STIK – PTIK.
  4. Subbag Seleksi Polda Jateng, selaku Subbag di bawah naungan Biro SDM sebagai pelaksana dan penanggung jawab kelancaran program PJJ STIK – PTIK serta tempat penulis melaksanakan kegiatan magang.
  5. Kompol Bambang Sugihartono, SIK, M.M, selaku Kasubbag Seleksi Polda Jateng.
  6. Iptu Umi Yati, selaku Pamin Subbag Seleksi Polda Jateng.
  7. Seluruh Banum Subbag Seleksi Polda Jateng.

 

  1. Mahasiswa STIK – PTIK Angkatan 64 di Polda Jateng.
  2. Gatot Hari Priowirjanto, selaku Direktur SEAMOLEC.
  3. Seluruh pihak yang membantu kelancaran pelaksanaan magang dan perkuliahan jarak jauh yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

 

Akhir kata penulis mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pelaksanaan magang maupun penulisan laporan ini terdapat kesalahan dan kekurangan, karena kesempurnaan semata-mata hanyalah milik Allah SWT. Semoga apa yang telah penulis curahkan dalam laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca maupun pihak lainnya.

 

                            Semarang, Mei 2014

 

 

                            Rizqia Wulan Sari

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

 

KATA PENGANTAR    i

Daftar Isi    iii

Daftar Tabel    iv

BAB I
PENDAHULUAN    1

A.    Latar Belakang    1

B.    Maksud dan Tujuan Magang    2

C.    Pelaksanaan Magang    3

D.    Strategi Pelaksanaan Magang    3

E.    Jadwal Kegiatan    4

BAB II
ISI    5

A.    Sejarah Polda Jawa Tengah    5

B.    Arti Lambang Polda Jawa Tengah    8

C.    Tugas Pokok, Visi dan Misi Polda Jawa Tengah    10

D.    Struktur Organisasi    11

E.    Daftar Nama Pejabat Polda Jateng    11

F.    Sistem IT di Polda Jateng    13

G.    Kegiatan Magang di Polda Jawa Tengah    14

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN    31

A.    Kesimpulan    31

B.    Saran    31

 

Daftar Tabel

 

Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Magang    11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Sistem perkuliahan program D4 ITB Batch 8 kerjasama dengan SEAMOLEC ini salah satunya masa magang di instansi atau sekolah yang ditentukan oleh pihak SEAMOLEC selama 6 bulan, dan saya ditugaskan untuk magang di Polda Jawa Tengah selama 4 bulan dengan tugas utama untuk melakukan assessment jaringan di Polda Jawa Tengah demi kelancaran perkuliahan PJJ STIK – PTIK di masing-masing Polda di seluruh Indonesia.

STIK – PTIK (Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) adalah sekolah tinggi satu satunya kepolisian di Indonesia yang melayani S1 dan S2, STIK – PTIK mempunyai kapasitas asrama sebanyak 700an siswa, dimana tiap tahun ada tiga angkatan, artinya tiap angkatan sekitar 200-an.

Sedangkan Polisi yang harus dilayani sampai 2015 sebanyak 70.000an siswa, ini membuat STIK – PTIK merubah metode pembelajran menjadi PJJ, pada tahun 2009 – 2010 PTIK sebenarnya sudah mencoba PJJ, tetapi di larang oleh DIKTI karena menggunakan model kelas jauh.

Pada tahun 2012 SEAMOLEC dan STIK – PTIK melakukan MoU untuk membantu STIK – PTIK menjalankan PJJ nya. Saat ini STIK – PTIK sudah menyiapkan bahan ajar untuk PJJ, STIK – PTIK menunjuk Polda di seluruh Indonesia menjadi Sub Kampus dan Kampus utama berada di STIK – PTIK Jakarta.

PJJ di STIK – PTIK mempunyai karakter yang unik, berbeda dengan tempat lain yang memberikan kemandirian kepada mahasiswa, Kepolisian mengedepankan kedisiplinan dalam segala hal.

PJJ di STIK – PTIK mewajibkan adanya tatap muka secara online, untuk itu PTIK menggunakan Web conference, ini pun harus dilakuan secara bersamaan di tiap Polda. Pada perkuliahan ini, STIK – PTIK awalnya menggunakan web conference BBB (Big Blue Button). Namun karena banyak sekali kendala, maka STIK – PTIK beralih menggunakan Cisco Web Conference WebEx yang berbayar.

 

  1. Maksud dan Tujuan Magang

    Maksud dan tujuan dari program magang di Polda Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut:

  2. Melakukan penilaian (assessment) jaringan internet yang digunakan Polda Jawa Tengah.
  3. Mempersiapkan sarana dan prasarana yang digunakan untuk proses perkuliahan jarak jauh yang diselenggarakan oleh STIK – PTIK.
  4. Memberikan pelatihan cara penggunaan Big Blue Button (BBB) dan WebEx sebagai web conference yang digunakan untuk perkuliahan jarak jauh.
  5. Memberitahukan teknis pelaksanaan perkuliahan jarak jauh kepada admin dan teknisi PJJ Polda Jawa Tengah.
  6. Memberikan saran dan pendapat demi kelancaran pelaksanaan kuliah jarak jauh STIK – PTIK.
  7. Membantu kegiatan internal di Subbag Seleksi Polda Jateng.

 

  1. Pelaksanaan Magang

Proses magang dilaksanakan di Sub Bagian Seleksi Polda Jawa Tengah yang terletak di kota Semarang selama 4 bulan, terhitung mulai tanggal 23 Desember 2013 hingga 18 April 2014.

 

  1. Strategi Pelaksanaan Magang

Pada program magang di Polda, saya dan 30 mahasiswa lainnya yang juga magang di Polda di seluruh Indonesia bertugas untuk mempersiapkan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam proses perkuliahan jarak jauh mahasiswa STIK – PTIK yang berlangsung pada awal April 2014 agar dapat berjalan lancar dan sesuai dengan yang telah direncanakan.

Persiapan yang dilakukan awalnya adalah melakukan assessment terhadap jaringan yang digunakan oleh Polda Jateng serta peralatan yang akan digunakan untuk menunjang perkuliahan. Setelah itu mempersiapkan ruangan yang akan dijadikan sebagai ruang kuliah.

Kegiatan selanjutnya adalah melakukan uji coba peralatan yang telah disiapkan untuk perkuliahan, lalu melakukan uji coba jaringan dengan cara terhubung dengan web conference WebEx yang diselenggarakan oleh STIK – PTIK dan juga memberikan solusi mengenai kendala yang terjadi pada saat uji coba.

Setelah itu memberikan pelatihan kepada admin dan teknisi di Polda Jateng mulai dari pelatihan penggunaan web conference, tata cara mempersiapkan peralatan, serta prosedur perkuliahan agar perkuliahan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

 

  1. Jadwal Kegiatan

Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Magang

No. 

Tanggal 

Kegiatan 

1. 

23 Desember 2013 – 31 Maret 2014 

Melakukan assesment jaringan, persiapan sarana dan prasarana yang menunjang perkuliahan, melakukan uji coba web conference, mengadakan pelatihan kepada admin dan teknisi, serta mengatasi kendala yang dihadapi pada saat uji coba.

2. 

1 April – 18 April 2014 

Menjadi operator web conference pada proses perkuliahan jarak jauh serta mengawasi admin dan teknisi dalam penerapan pelatihan yang diberikan ke program perkuliahan jarak jauh.

 

 

 

BAB II

ISI

 

  1. Sejarah Polda Jawa Tengah

Sejarah perjuangan kepolisian komando daerah Jawa Tengah dari masa ke masa, sejak proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia selalu mengalami pasang surut. Berikut adalah lika-liku kepolisian Jawa Tengah dari masa ke masa:

  1. Periode 17 Agustus 1945 – 17 Desember 1949, kepolisian Jawa Tengah berada di bawah naungan Undang-Undang Dasar RI 1945.
  2. Periode 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950, kepolisian Jawa Tengah di bawah naungan Undang-Undang Dasar Sementara RI 1949.
  3. Periode 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959, kepolisian Jawa Tengah di bawah naungan Undang-Undang Dasar Sementara RI 1950.
  4. Periode 5 Juli 1959 – 11 Maret 1966, periode peralihan atau menjelang Orde Baru.
  1. Periode 11 Maret 1966 Reformasi, adalah periode pembaharuan dan kemajuan serta regenerasi kepolisian komando daerah kepolisian Jawa Tengah.

Kepolisian Daerah Jawa Tengah terdiri dari beberapa Kepolisian Resort (Polres), antara lain:

  1. Kepolisian Resort Kudus.
  2. Kapolres pertama Kudus adalah Soebarkah.
  3. Kepolisian Resort Banyumas. Setelah Yogyakarta menjadi pusat pemerintahan RI pada 4 Januari 1946, Komisaris Polisi R. Soemarto, pria kelahiran Sokaraja Banyumas, menjabat Wakil Kepala Kepolisian RI. Pada saat itu beliau membentuk pasukan Mobile Brigade besar pada 14 November 1946 yang dipusatkan di Karesidenan Banyumas.
  4. Kepolisian Resort Blora. Dua pucuk pimpinan di wilayah Karasidenan Pati pada waktu itu diculik dari Pati dan di bawa ke Blora untuk disuruh menandatangani persetujuan gerakan pemberontak Madiun di wilayah pati. Akan tetapi beliau tidak mau menandatanganinya, lebih baik mati dari pada mengorbankan rakyat. Akhirnya mereka di eksekusi mati oleh pemberontak.
  5. Kepolisian Resort Banjarnegara. Sejarah Polres Banjarnegara tidak bisa dilepaskan dengan sejarah kepolisian secara umum di Indonesia. Embrio kepolisian di Indonesia sudah terbentuk pada zaman penjajahan belanda. Demikian pula dengan kepolisian daerah Banjarnegara yang sudah terbentuk sejak tahun 1920-an. Lembaga kepolisian pertama yang didirikan pemerintah kolonial di Banjarnegara adalah Commissariat van Politie Bandjarnegara dan R. A. A Soemitro Kolopaking Poerbonegoro adalah Komisaris Polisi pertama bumiputera dari Banjarnegara.
  6. Kepolisian Resort Magelang. Kesatuan polisi di Magelang sudah ada sebelum tahun 1945, yang berkedudukan di Jalan Kejoran. Setelah Indonesia merdeka terjadi peralihan kekuasaan dari pemerintah Jepang kepada pemerintah Indonesia dengan diprakarsai oleh Komisaris Polisi tingkat I R sukardjo dan IP.1 Legowo, dibentuklah polisi karesidenan Kedu dan Magelang.
  7. Kepolisian Resort Pemalang.
  8. Kepolisian Resort Purworejo. Polwitabes Semarang.
  9. Kepolisian Resort Klaten. Terbentuknya Polres Klaten tidak dapat dipisahkan dengan terbentunya BKR. Pada tahun 1944 di kabupaten Klaten sudah terbentuk kantor polisi kabupaten Klaten.
  10. Kepolisian Resort Salatiga. Antara akhir Abad ke-18 dan menjelang abad ke-19, berdirilah markas kepolisian resort Salatiga. Pada masa penjajahan Jepang wilayah kepolisian Salatiga bernama detasemen polisi yang bermarkas di Desa Pager, kecamatan Tengran, Semarang. Setelah begulirnya waktu, pada 1965 Komando Resort 932 Kores Salatiga diganti menjadi Kepolisian Resort Salatiga. Dengan inspektur pertamanya Polisi Gasira.
  11. Kepolisian Resort Brebes.
  12. Kepolisian Resort Kebumen. Pada 1943, dibentuklah kepolisian detasemen yang berstatus pasukan tempur yang bermarkas di Jalan Sedayu Gombong yang dipimpin Inspektur Polisi Ali. Kemudian pada 1945, beralih pimpinan ke Inspektur Polisi R. Sudargo. Lalu pada 1947, markas kepolisian detasemen dipindahkan dari Gombong, Kebumen ke Desa Panjatan, Karanganyar, Kebumen dipimpin oleh Inspektur Polisi R Panji Suwoso.
  13. Kepolisian Resort Semarang.
  14. Kepolisian Resort Tegal.
  15. Kepolisian Wilayah Pekalongan. Sebelum Kemerdekaan, kepolisian di Pekalongan seperti wilayah lain merupakan alat kolonial untuk menjalankan kekuasaan terhadap bumi pertiwi sehingga menjadi polisi yang antagonis terhadap kepentingan rakyat.

    Beberapa Prestasi Polda Jawa-Tengah:

    1. Pembentukan Mobile Brigade (Mobrig) karesidenan Yogyakarta.

    2. Perjuangan polisi Kowil kepolisian 96 di Yogyakarta.

    3. Penumpasan Gerakan 30 September.

    4. Polres Banjarnegara berhasil mengungkap kasus pendirian Negara Islam Indonesia (NII).

    5. Pengungkapan kasus kayu ilegal.

 

  1. Arti Lambang Polda Jawa Tengah


  • Warna hitam dan kuning adalah warna legendaris Polri. Warna kuning keemasan: perlambang kebesaran jiwa dan keagungan hati nurani segenap prajurit Polri.
  • Warna hitam adalah lambang keabadian dan sikap tenang mantap yang bermakna harapan agar Polri selalu tidak goyah dalam situasi dan kondisi apapun.

Gambar Borobudur yang tertulis pada Badge Polda jateng, selain diartikan sebagai keagungan peninggalan sejarah, pun pula dimaksudkan akan hikmat kekuatan pembuatnya terdahul, sehingga dapat terwujud suatu bangunan yang megah dan kuat untuk pula diwarisi semangat juang tabah dan ulet.

Arti sebenarnya secara simbolik adalah, bahwa candi yang dibangun untuk memuliakan agama Budha Mahayana dan sekaligus untuk mendewakan Cikal-bakal dinasti Syailendra yang dalam pemerintahaannya dikuasai 10 (sepuluh) Orang Raja secara berturut . Oleh sebab itu Candi Borobudur disatu pihak mencerminkan nilai nilai tinggi Agama Budha dan dilain pihak mengandung rasa rendah hati yang disadari penciptanya sedalam-dalamnya.

Menurut legenda pada jaman dahulu Pulau jawa terapung ditengah lautan, oleh karena agar dapat dihuni manusia, maka harus dipaku dan ditambatkan pada pusat bumi. Paku tersebut yang dikenal sebagai gunung tidar, dimana kawasan sekitarnya merupakan wilayah yang subur yang dikenal dengan wilayah Kedu , yang mana Candi Borobudur juga berada dilingkungan wilayah ini.

Salah satu data sejarah yang menyebutkan, bahwa Candi Borobudur didirikan pada abad ke-18 berada dekat sebuah desa Boro, sedangkan kata-kata budur dari kitab kuno ditambahkan kepadanya sehingga menjadi Borobudur . Hal tersebut diartikan pula, bahwa Budur berarti bangunan suci didesa Boro.

Menurut pengertian Agama Buda diartikan, bahwa Boro artinya Agung, dan Budur disamakan dengan Budha yang kemudian arti lengkapnya adalah sang Budha yang agung.

 

  1. Tugas Pokok, Visi dan Misi Polda Jawa Tengah

Tugas Pokok

Menyelenggarakan Tugas Pokok Polri dalam Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat, Penegakkan Hukum dan memberi Perlindungan, Pengayoman, dan Pelayanan Masyarakat serta tugas lain sesuai ketentuan hukum dan peraturan serta kebijakan yang telah ditetapkan.


VISI

Menampilkan Polda Jawa Tengah yang Profesional, Bermoral, Modern sebagai Pelindung, Pengayom, dan Pelayan Masyarakat yang terpercaya dalam pemeliharaan Kemanan ketertiban Masyarakat dan Penegakkan Hukum


M I S I

  1. Meningkatkan Sumber Daya Manusia Kepolisian Daerah Jawa Tengah Untuk Tampil   sebagai sosok Pengayom, Pelindung dan Pelayan Masyarakat.
  2. Melaksanakan Penegakkan Hukum secara Konsisten, Berkesinambungan dan Transparan untuk pemeliharaan Kamtibmas
  3. Melaksanakan Pelayanan Optimal, yang dapat menimbulkan kepercayaan bagi Masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum
  4. Menciptakan kondisi keamanan yang kondusif dengan meningkatkan peran serta masyarakat dan instansi terkait secara aktif
  5. Mengedepankan dan Menjunjung Tinggi Hak Asasi Manusia dalam setiap melaksanakan tugas.

     

  6. Struktur Organisasi

 

  1. Daftar Nama Pejabat Polda Jateng
    1. Kapolda Jateng        : Irjen Pol Drs. Noer Ali
    2. Wakapolda Jateng    : Brigjen Pol. Drs. Panjang Yuswanto, S.H.
    3. Irwasda Polda Jateng    : Kombes Pol Tri Maryanto, SH, MBA, MM
    4. Karo Rena Polda Jateng    : Kombes Pol Albertus Sampe Sitorus, S.E.
    5. Karo Ops Polda Jateng    : Kombes Pol Drs.Subandi, SH, M.HUM
    6. Dir Binmas Polda Jateng    : Kombes Pol Drs. Mohammad Agus Sunaryo
    7. Karo SDM Polda Jateng    : Kombes Pol Drs. Andhi Hartoyo, M.Si.
    8. Karo Sarpras Polda Jateng : Kombes Pol Drs. Sumarsono
    9. Dir Intelkam Polda Jateng : Kombes Pol Drs.Rudi Pranoto
    10. Dir Reskrimsus Polda Jateng : Kombes Pol Drs.Djoko Poerbo Hadijojo,Msi
    11. Dir Sabhara Polda Jateng    : Kombes Pol Drs. Hariyanto, SH.
    12. Dir Lantas Polda Jateng    : Kombes Pol Drs. Istu Hari Winarto, SH, MM.
    13. Dir Resnarkoba Polda Jateng : Kombes Pol Drs. Nasib Simbolon, M.M.
    14. Dir Polair Polda Jateng    : Kombes Pol Drs. Edison Sitorus, M.H.
    15. Kabid Humas Polda Jateng : Kombes Pol Drs. Alloysius Liliek Darmanto
    16. Kabid Kum Polda Jateng    : Kombes Pol Drs. Alloysius Liliek Darmanto
    17. Kabid Propam Polda Jateng : Kombes Pol Hendra Supriatna, SH, MH.
    18. Kabid TI Polda Jateng    : Kombes Pol Drs. Arief Yuliman Susetyana
    19. Kabid Dokkes Polda Jateng : Kombes Pol Dr. Musyafak
    20. Kabid Keu Polda Jateng    : Kombes Pol. Bambang Ricky Sidonarto, SE
    21. Kasat Brimob Polda Jateng : Kombes Pol Drs. Moch. Badrus
    22. Dir Reskrimum Polda Jateng : Kombes Pol Drs. Purwadi Arianto, M.Si
    23. Ka SPN Purwokerto    : Kombes Pol. Burhanudin, Sik
    24. Ka Setum Polda Jateng    : AKBP Nursiyah Saleh, SH
    25. Dir Pam Obvit Polda Jateng : Kombes Pol. Drs. Tanto Isyadi, SH
    26. Dir Tahti Polda Jateng    : AKBP Rudi Heru Susanto, SH
    27. Ka Yanma Polda Jateng    : AKBP. FX. Sugiharwanto, SH, M.PAR

 

  1. Sistem IT di Polda Jateng

Jaringan komputer dan jaringan internet di Polda Jawa Tengah ditangani oleh bagian yang disebut dengan Bid TI. Polda Jawa Tengah menggunakan jaringan ASTINET 10 Mb yang digunakan oleh seluruh bagian atau satuan kerja yang ada di Polda Jawa Tengah.

Berikut gambaran topologi jaringan di Polda Jawa Tengah:


    Kelas yang digunakan untuk penyelenggaraan perkuliahan jarak jauh STIK – PTIK juga menggunakan jaringan internet tersebut. Untuk menguatkan sinyal jaringan, kelas PJJ menggunakan kabel UTP dengan IP khusus yang telah disiapkan oleh Bid TI. Kelas PJJ STIK – PTIK terletak di Gedung A Lantai 3 Polda Jawa Tengah.

  1. Kegiatan Magang di Polda Jawa Tengah

Tiga hari sebelum diberangkatkan ke Polda di seluruh Indonesia, kami 31 mahasiswa yang terpilih untuk melaksanakan magang di Polda diberikan pembekalan terlebih dahulu. Pada pembekalan tersebut, kami diberikan pengarahan tentang tugas-tugas yang akan dilaksanakan di Polda masing-masing. Kami juga diberikan pelatihan mengenai cara penggunaan web conference Big Blue Button (BBB), selain itu kami juga diberikan pelatihan tentang Mikrotik.

Kami berangkat ke daerah masing-masing tidak secara serempak, sebagian ada yang berangkat pada tanggal 20 Desember 2013 dan sebagian lainnya berangkat pada tanggal 23 Desember 2013. Saya berangkat dari Jakarta pada tanggal 20 Desember 2013 pada pukul 13.45 WIB dan tiba di Semarang pada pukul 14.50 WIB. Disana saya dijemput oleh Bu Umi dan Mba Vina dari Subbag Seleksi Polda Jateng.

Dari bandara saya langsung menuju ke Polda Jawa Tengah, karena hari sudah cukup sore, maka saya langsung diantar ke tempat tinggal (kost wanita) yang jarak tempuhnya kurang lebih 15 menit dari Polda Jawa Tengah.

Hari pertama magang yaitu pada tanggal 23 Desember 2013, saya langsung melakukan pengecekan terhadap alat bantuan dari ICITAP yang akan digunakan untuk mendukung proses perkuliahan PJJ. Pengecekan tersebut dimaksudkan untuk melihat kondisi apakah alat-alat tersebut layak dan dapat digunakan. ICITAP memberikan bantuan berupa alat-alat diantaranya: Laptop Fujitsu, Webcam Logitech, LCD Projector, Printer, CD Microsoft Office 2013, Modem GSM dan SIM Card Telkomsel. Alat-alat tersebut diterima sebanyak masing-masing satu unit dan dapat digunakan dengan baik.


    Setelah melakukan pengecekan alat-alat, saya melakukan uji coba web conference dengan menggunakan Big Blue Button (BBB). Uji coba masih dilakukan di ruang Kasubbag Seleksi, karena ruang kelas PJJ Polda Jateng masih dalam perbaikan. Uji coba dilakukan dengan menggunakan jaringan internet di Polda Jateng yang terhubung dengan kabel LAN dengan IP khusus.

Dalam uji coba ini terdapat beberapa kendala yang cukup mengganggu pelaksanaan uji coba diantarnya adalah:

  1. Video yang ditampilkan putus-putus. (prediksi karena download speed kurang dari 1 Mbps pada jam kerja)
  2. Download speed dan upload speed tidak stabil. Setiap download speed naik, maka upload speed turun, begitu juga sebaliknya. (prediksi karena tidak adanya management bandwidth)

Berikut gambar hasil uji coba web conference menggunakan BBB:


    Pada keesokan harinya, saya kembali melakukan uji coba web conference menggunakan Big Blue Button sekaligus mendapatkan pengarahan dari Kombes Pol Edi di STIK – PTIK. Berikut ringkasan uji coba yang dilakukan:

  • Pukul 09:49 WIB, download speed 0.41 Mbps dan upload speed 5.18 Mbps. (Video lancar)
  • Pukul 10:08 WIB, dowload speed 1.83 Mbps dan upload speed 5.47 Mbps. (Video lancar, suara jernih)
  • Pukul 11:13 WIB, download speed 3.45 Mbps dan upload speed 6.87 Mbps.
  • Pukul 14:00 WIB, download speed 2.48 Mbps dan upload speed 7.46 Mbps.

Pada hari kedua ini, terdapat kendala yang cukup mengganggu penggunaan BBB yaitu setelan (setting) untuk share
webcam dan audio yang sangat lambat atau dengan kata lain “not responding” dimana plugin flash tidak bekerja dengan baik, akibatnya tidak dapat sharing webcam dan audio.

Gambar uji coba BBB:


Hari selanjutnya pada hari Jum’at 27 Desember 2013, saya kembali melakukan uji coba web conference dengan penilaian sebagai berikut:

  • Video lancar, suara jernih.
  • Pada pukul 10:53 WIB, download speed 1.52 Mbps dan upload speed 6.28 Mbps.
  • Pada pukul 11:53 WIB, download speed 0.73 Mbps dan upload speed 6.96 Mbps.
  • Pada pukul 13:50 WIB, download speed 2.64 Mbps dan upload speed 5.18 Mbps.

Saya juga melakukan koordinasi dengan BID TI Polda Jawa Tengah, berikut hasilnya:

  1. Jaringan ASTINET 10 Mb sudah sangat baik, sehingga tidak perlu adanya pengadaan jaringan khusus untuk kelas USBPJJ, cukup menggunakan jaringan tersebut.
  2. Yang perlu diperbaiki adalah jaringan yang terhubung ke server, dimana backhaul harus ditambah. Karena jika client sudah mencapai angka 15 ke atas, akan sangat sulit untuk masuk ke dalam conference. Jadi, jaringan server lah yang seharusnya diperbaiki demi kelancaran penggunaan web conference oleh masing-masing Polda.

Berikut rancangan awal topologi jaringan Polda Jateng:


    Pada hari Senin, 30 Desember 2013 Polda Jateng kedatangan tim Monev dari SEAMOLEC yang bertujuan untuk melakukan monitoring kondisi jaringan dan kelas PJJ di Polda Jateng. Tim Monev terdiri dari 3 orang yaitu Cahya Ratih, Ambay dan Taufikur Rahman.

    Selain melakukan monitoring, tim tersebut juga melakukan uji coba BBB dengan download speed 1.68 Mbps dan upload speed 7.37 Mbps. Video yang tampil cukup jelas dan lancar, serta suara atau audio sangat jernih.


    Keesokan harinya saya kembali melakukan uji coba web conference dengan menggunakan BBB. Kendalanya adalah jika logout, ketika masuk ke conference sulit untuk join audio dan share webcam. Muncul: “Adobe flash player is not responding”. Padahal flash player yang digunakan updated.


Network monitor BBB

 

 

    Uji coba pada hari Kamis, 2 Januari 2014 terjadi penurunan download speed.

Pukul 11:10 WIB


Kendala yang terjadi karena penurunan speed adalah sebagai berikut:

  • Jika user semakin bertambah, shockwave flash tidak merespon. Akibatnya ada video yang freeze, blank, tertutup dengan sendirinya, tombol pada web tidak berfungsi.
  • Server terputus ketika user mencapai 36 participants.

Uji coba BBB pada hari Jum’at, 3 Januari 2014 dilaksanakan dalam rangka gladi kotor sekaligus pengarahan dari pak Edi sebelum kegiatan launching USBJJ STIK – PTIK. Dalam Uji coba ini dibagi menjadi dua room, Kelas A dan Kelas B. Pembagian kelas ini dilakukan untuk meminimalisasi kendala-kendala yang sering terjadi pada hari-hari sebelumnya demi kelancaran pelaksanaan launching PJJ STIK – PTIK.

Pada hari Sabtu, 4 Januari 2014 dilaksanakan gladi kotor ke dua bersama dengan admin Polda Jateng. Gladi kotor ini dilaksanakan mulai pukul 08:00 WIB sampai dengan pukul 17:00 WIB. Pada kegiatan ini dilakukan check sound dan kualitas video demi kelancaran kegiatan launching PJJ STIK – PTIK.

Hari Senin, 6 Januari 2014 dilaksanakan uji coba web conference dengan menggunakan WebEx. Aplikasi ini digunakan untuk meminimalisir kendala-kendala dari aplikasi sebelumnya demi kelancaran kegiatan launching. Kendala pada aplikasi sebelumnya pun tidak terjadi pada aplikasi ini, karena aplikasi ini merupakan web conference yang berbayar.

Hari berikutnya saya melaksanakan gladi bersih untuk kegiatan launching PJJ. Melakukan check sound, penilaian kualitas video, serta mempersiapkan ruang kelas PJJ untuk kegiatan launching pada keesokkan harinya.


Kegiatan Launching PJJ STIK – PTIK diselenggarakan pada hari Rabu, 8 Januari 2014. Pelaksanaan launching ini menggunakan web conference WebEx. Kegiatan launching dihadiri oleh para pejabat yaitu Karo SDM Polda Jateng, Ka SPN Purwokerto, Kabag Dalpers Polda Jateng, Kasubbag Seleksi, Kasubbag Diapers, Teknisi, Admin dan mahasiswa STIK – PTIK Angkatan 64.

Pada pelaksanaan launching ini, tidak ada kendala yang dihadapi karena jaringan internet Polda Jateng dinilai cukup stabil dan sangat dapat mendukung kelancaran web conference.


    Pada keesokkan harinya, dilakukan kegiatan foto kelas PJJ yang ada di seluruh Polda maupun SPN di seluruh Indonesia melalui web conference WebEx. Sebelum sesi foto, Pak Edi dari STIK – PTIK memberikan sedikit pengarahan dan evaluasi dari kegiatan uji coba yang telah dilaksanakan dihari-hari sebelumnya.


    Pada hari Senin, 10 Februari 2014 saya mendesain topologi jaringan Polda Jateng yang lebih rinci. Berikut desain topologi jaringan yang saya buat:


    Hari Rabu, 12 Februari 2014 dilaksanakan kegiatan uji coba WebEx dengan melakukan tes suara dan kualitas video demi kelancaran kegiatan pengarahan perkuliahan jarak jauh yang diselenggaran pada hari Senin, 17 Februari 2014.

    Kegiatan pengarahan dari STIK – PTIK kepada para Koordinator Mentor, Mentor, Sekretariat PJJ, Admin dan Teknisi diselenggarakan pada Senin, 17 Februari 2014 yang dihadiri oleh Kabag Dalpers, Ka SPN, Kasubbag Seleksi, Kasubbag Diapers, dua Teknisi dan dua Admin Polda Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengarahan prosedur perkuliahan jarak jauh STIK – PTIK yang akan diselenggarakan pada bulan April 2014.


    Pada hari Selasa, 18 Februari 2014 Tim Mabes Polri dan Lemdikpol berkunjung ke Polda Jateng. Tim terdiri dari 5 orang dengan tujuan untuk monitoring dan evaluasi kesiapan Polda Jateng untuk melaksanakan kegiatan perkuliahan jarak jauh mahasiswa STIK – PTIK selama 8 bulan di Polda Jateng mulai bulan April 2014.

    Tim tersebut memberikan beberapa pertanyaan mengenai jaringan internet, ruang kelas PJJ, aplikasi atau web conference yang digunakan dengan mengadakan uji coba dengan menggunakan WebEx, serta kesiapan dari personil PJJ.



Keesokkan harinya masih kunjungan dari Tim Mabes Polri dan Lemdikpol yang rencananya akan diadakan uji coba BBB bersama, namun karena ada gangguan dari server STIK – PTIK maka uji coba kembali dilakukan menggunakan WebEx. Kami juga mencoba mengakses aplikasi E-Learning yang menggunakan Moodle (LMS) yang nantinya akan diakses oleh mahasiswa untuk mempelajari materi yang diberikan oleh dosen.


Kegiatan setelah itu sebelum perkuliahan jarak jauh dimulai, saya membantu pekerjaan di Subbag Seleksi seperti merekap data nominatif SIP Polri TA 2014, menginput data anggota TR Lulus RIKMIN SESPIMMA 2014, memperbaiki format soal ujian SIP dari beberapa Satker di Polda Jateng, merekap Renbut Dik 15, mengeprint name tag peserta ujian SIP, dan kegiatan lainnya di Subbag Seleksi.

Perkuliahan jarak jauh perdana mahasiswa STIK – PTIK Angkatan 64 dilaksanakan pada tanggal 2 April 2014. Jumlah mahasiswa di Polda Jateng ada 12 mahasiswa, 5 diantaranya adalah mahasiswa yang berasal dari AKPOL. Perkuliahan jarak jauh dilaksanakan selama 8 bulan di Polda Jateng. Waktu kuliah mulai hari Senin sampai dengan Jum’at pukul 08.00 – 14.45 WIB. Ruang kelas PJJ Polda Jateng dipindah untuk sementara waktu menggunakan ruang Aula. Saya menjadi operator perkuliahan jarak jauh sampai dengan tanggal 18 April 2014.

 









 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

 

  1. Kesimpulan

    Berikut hal-hal yang dapat saya simpulkan selama magang di Polda Jateng:

    1. Polda Jateng sudah siap melaksanakan perkuliahan jarak jauh mahasiswa STIK – PTIK Angkatan 64, baik dari segi sarana maupun prasarana.
    2. Jaringan yang digunakan Polda Jateng yang sudah sangat baik yaitu menggunakan ASTINET 10 Mb, meskipun digunakan oleh seluruh Satker namun masih sangat mendukung untuk melaksanakan perkuliahan.
    3. Ruang kelas PJJ masih dalam rencana persetujuan penggunaan, sehingga masih menggunakan Aula yang sering digunakan untuk rapat.
    4. Operator yang mengawasi perkuliahan yaitu Admin dan Teknisi di Polda Jateng sudah berkompeten untuk menangani teknis pada saat perkuliahan berlangsung.

 

  1. Saran

    Demi kelancaran perkuliahan jarak jauh yang diselenggarakan di Polda Jateng, berikut saran yang sekiranya dapat dipertimbangkan:

    1. Ruang kelas khusus PJJ agar mahasiswa dapat melaksanakan perkuliahan dengan nyaman.
    2. Personil Admin dan Teknisi yang perlu ditambah agar dapat mengawasi perkuliahan sehingga perkuliahan dapat berjalan dengan baik.

LAPORAN MAGANG POLDA JATENG

0

LAPORAN KEGIATAN MAGANG

POLDA JAWA TENGAH

Nama: Rizqia Wulan Sari

NIM: 49013098

Semarang, Jawa Tengah

2014

A. LATAR BELAKANG

STIK – PTIK (Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) adalah sekolah tinggi satu-satunya kepolisian di Indonesia yang melayani S1 dan S2, PTIK mempunyai kapasitas asrama sebanyak 700-an siswa, dimana tiap tahun ada tiga angkatan, artinya tiap angkatan sekitar 200-an. Sedangkan Polisi yang harus dilayani sampai 2015 sebanyak 70.000-an siswa, ini membuat PTIK merubah metode pembelajaran menjadi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Pada tahun 2009 – 2010, PTIK sebenarnya sudah mencoba untuk mengusulkan PJJ, tetapi dilarang oleh DIKTI karena menggunakan model kelas jauh.

Pada tahun 2012 SEAMOLEC dan PTIK melakukan MoU untuk membantu PTIK menjalankan sistem PJJ. Saat ini PTIK sudah menyiapkan bahan ajar untuk PJJ. PTIK menunjuk Polda di seluruh Indonesia menjadi Sub Kampus dan Kampus utama berada di PTIK Jakarta.

PJJ di PTIK mempunyai karakter yang unik dan berbeda dengan tempat lain, yaitu memberikan kemandirian kepada mahasiswa, Kepolisian mengedepankan kedisiplinan dalam segala hal. PJJ di PTIK mewajibkan adanya tatap muka secara online, untuk itu PTIK menggunakan Web conferences, ini pun harus dilakuan serentak di tiap Polda di seluruh Indonesia.

Untuk Web conferences PTIK memilih untuk menggunakan BBB (Big Blue Button). Saat ini mereka sudah mempunyai server induk BBB di PTIK dengan jalur 30 Mbps, namun terjadi beragam permasalahan di Polda. Secara teori (kerjasama antar Telkom dan Polri) tiap Polda mempunyai ke kuatan 3 Mbps, dimana 2 Mbps akan disebar untuk ke semua staff, dan 1 Mbps akan di gunakan oleh KaPolda (Kepala Polda).

Setelah uji coba beberapa kali menggunakan BBB di tiap Polda tidak mempunyai kekuatan yang cukup, untuk itu SEAMOLEC membantu dengan menaruh 31 Mahasiswa D4 ITB ke tiap Polda untuk membatu secara teknik. Tugas dari Mahasiswa yang berada di masing-masing Polda adalah melakukan assessment jaringan serta memberikan bantuan secara teknik untuk jaringan.

B. KEGIATAN

Kegiatan magang yang dilakukan oleh mahasiswa D4 adalah melakukan assessment jaringan dan Evaluasi rencana pelaksanaan UPJJ STIK-PTIK serta membantu masalah teknis di bidang IT yang ada di Polda setempat. Diharapkan magang yang dilakukan ini menghasilkan suatu hasil nyata yang dapat memberikan kelancaran pada tiap Polda dalam mengikuti PJJ versi PTIK yang rencananya akan diselenggarakan mulai akhir bulan Maret ini.

Selain membantu dalam hal kelancaran PJJ, mahasiswa juga membantu kegiatan yang berhubungan dengan keterampilan IT lainnya. Mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada admin dan teknisi serta mahasiswa PTIK di Polda mengenai program-program dan aplikasi yang akan digunakan dalam pelaksanaan PJJ STIK – PTIK.

Berikut ringkasan kegiatan selama magang:

No.

Hari/Tanggal

Kegiatan

Keterangan

1. Senin, 23 Desember 2014
  • Melakukan pengecekan alat bantuan dari ICITAP
  • Uji coba BBB dan pengecekkan kecepatan jaringan internet.
Bantuan berupa: Laptop, Webcam, Proyektor, Printer, Modem, SIM Card.

Jaringan yang digunakan adalah ASTINET up to 10 Mbps yang terkoneksi dengan 200 PC. Video yang ditampilkan putus-putus. (prediksi karena download speed kurang dari 1 Mbps pada jam kerja).

2. Selasa, 24 Desember 2014 Melakukan uji coba web conference menggunakan BBB sekaligus pengarahan dari Kombes Pol Edi dari STIK – PTIK. Setelan (setting) untuk share webcam dan audio yang sangat lambat atau dengan kata lain “not responding” dimana plugin flash tidak bekerja dengan baik, akibatnya tidak dapat sharing webcam dan audio.

3. Jum’at, 27 Desember 2014
  • Melakukan koordinasi dengan KABID TI Polda Jawa Tengah mengenai jaringan.
  • Melaksanakan uji coba BBB.

  • Membuat rancangan awal topologi jaringan Polda Jateng.
Mendapatkan pengarahan serta saran dari KABID TI. Video yang tampil jelas dan suara jernih, karena jaringan di Polda Jateng cukup stabil. Rancangan dibuat berdasarkan hasil koordinasi dengan teknisi Polda Jateng.
4.

Senin, 30 Desember 2013

  • Kedatangan tim Monev dari SEAMOLEC
  • Melakukan uji coba BBB bersama tim Monev
Tim Monev bertujuan untuk melakukan monitoring kondisi jaringan dan kelas PJJ di Polda Jateng.

5. Selasa, 31 Desember 2014 Melakukan uji coba web conference dengan menggunakan BBB. Kendalanya adalah jika logout, ketika masuk ke conference sulit untuk join audio dan share webcam.

6. Kamis, 2 Januari 2014 Uji coba BBB (Big Blue Button). Terjadi penurunan speed pada pukul 11:10 WIB.

7. Jum’at, 3 Januari 2014 Uji coba BBB dalam rangka gladi kotor sekaligus pengarahan dari pak Edi sebelum kegiatan launching USBJJ STIK – PTIK. Uji coba ini dibagi menjadi dua room, Kelas A dan Kelas B. Pembagian kelas ini dilakukan untuk meminimalisasi kendala-kendala yang sering terjadi pada hari-hari sebelumnya demi kelancaran pelaksanaan launching.
8. Sabtu, 4 Januari 2014 Melakukan gladi kotor ke- dua bersama dengan admin Polda Jateng. Gladi kotor ini dilaksanakan mulai pukul 08:00 WIB sampai dengan pukul 17:00 WIB. Pada kegiatan ini dilakukan check sound dan kualitas video demi kelancaran kegiatan launching PJJ.
9. Senin, 6 Januari 2014 Melaksanakan uji coba web conference dengan menggunakan aplikasi baru, yaitu WebEx. Aplikasi ini digunakan untuk meminimalisir kendala-kendala dari aplikasi sebelumnya demi kelancaran kegiatan launching. Kendala pada aplikasi sebelumnya pun tidak terjadi pada aplikasi ini.
10. Selasa, 7 Januari 2014 Melaksanakan gladi bersih untuk kegiatan launching. Check sound, penilaian kualitas video, mempersiapkan ruang kelas PJJ.
11. Rabu, 8 Januari 2014 Pelaksanaan kegiatan Launching PJJ dengan menggunakan WebEx.

Tidak ada kendala, karena jaringan di Polda Jateng cukup stabil.

12. Kamis, 16 Januari 2014 Sesi foto kelas PJJ di seluruh Polda via WebEx. Pak Edi memberikan sedikit pengarahan, lalu sesi capture hasil video untuk melihat kualitas video yang ditampilkan dari masing-masing Polda.
13. Kamis, 27 Januari 2014 Mendesain topologi jaringan Polda Jawa Tengah.
14. Jum’at, 7 Februari 2014 Web conference dengan menggunakan WebEx. Pengarahan dari Kombes Edi Setio mengenai sekaligus pemantauan kualitas video.
15. Senin, 10 Februari 2014 Mendesain topologi jaringan Polda Jateng.
16. Rabu, 12 Februari 2014 Uji coba WebEx. Melakukan tes suara dan kualitas video.
17. Senin, 17 Februari 2014 Kegiatan pengarahan dari STIK – PTIK kepada para Koordinator Mentor, Mentor, Admin dan Teknisi.
18. Selasa, 18 Februari 2014 Hari pertama kunjungan dari Tim Mabes Polri dan Lemdikpol di Polda Jateng. Tim terdiri dari 5 orang dalam rangka untuk monitoring dan evaluasi kesiapan Polda untuk melaksanakan kegiatan PJJ pada akhir Maret. Tim tersebut memberikan beberapa pertanyaan mengenai jaringan, kelas PJJ, aplikasi yang digunakan untuk PJJ, serta kesiapan dari personil PJJ.

19. Rabu, 19 Februari 2014 Kunjungan hari kedua dari Tim Mabes Polri dan Lemdikpol. Pada hari ini rencanya akan diadakan uji coba BBB, namun karena ada gangguan dari server PTIK maka hanya dilakukan uji coba WebEx serta aplikasi Moodle yang nantinya akan diakses oleh mahasiswa.

20. Kamis, 20 Februari 2014 Merekap Nominatif SIP Polri TA 2014.
21. Jum’at, 21 Februari 2014 Menginput data anggota pada TR LULUS RIKMIN SESPIMMA 2014.
22. Senin, 24 Februari 2014 Memperbaiki format soal SIP dari beberapa Satker di Polda Jateng. Kegiatan ini saya laksanakan sampai dengan Jum’at, 28 Februari 2014.

C. HASIL KEGIATAN

1. Jaringan Polda Jateng

Jaringan di Polda Jateng menggunakan provider ASTINET up to 10 Mbps. Sebanyak 200 PC yang terhubung dengan jaringan tersebut. Jaringan tersebut tidak menggunakan management bandwidth, dikarenakan sebelumnya pernah terjadi banyak permasalahan jaringan yang disebabkan oleh penggunaan management bandwidth. Oleh karena itu, pihak TI Polda Jateng memutuskan untuk menggunakan management bandwidth. PC yang terhubung dengan jaringan ini menggunakan kabel UTP dan IP khusus yang telah ditentukan oleh pihak provider.

Untuk memaksimalkan kegiatan PJJ nantinya, pihak TI telah mengatur strategi akan memaksimalkan bandwidth agar tidak terjadi gangguan pada penggunaan aplikasi web conference.

2. Ruang kelas PJJ Polda Jateng

Polda Jateng memiliki satu ruang khusus yang cukup luas. Rencananya akan dibuat sebanyak 2 ruang kelas PJJ, jadi aka nada 3 ruang kelas PJJ di Polda Jateng.

3. Topologi Jaringan Polda Jateng


4. Sarana dan Prasarana Kelengkapan PJJ Polda Jateng

Polda Jateng telah mendapatkan bantuan dari ICITAP berupa alat-alat pendukung untuk kegiatan PJJ STIK – PTIK yang berupa Laptop Fujitsu, Webcam Logitech, Proyektor, Printer, Modem dan SIM Card. Polda Jateng juga sudah melengkapi perlengkapan guna menyempurnakan kegiatan PJJ nantinya berupa Speaker, Microphone, Mixer dan perlengkapan kelas lainnya.

Sejauh ini perlengkapan yang menunjang proses PJJ masih dalam keadaan baik dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Untuk itu dibutuhkan perawatan khusus demi menjaga kualitas perlengkapan tersebut.

5. Percobaan Big Blue Button dan WebEx menggunakan jaringan di Polda Jateng

Untuk uji coba aplikasi web conference di Polda Jateng, belum ada kendala serius dari jaringan Polda Jateng itu sendiri. Karena jaringan Polda Jateng yang cukup kuat dan stabil, ditambah dengan kerjasama bidang TI Polda Jateng yang memaksimalkan jaringan yang tersalur di kelas PJJ.

Masalah?

0

“Masalah”, semua orang tau kata itu, bahkan hampir semua orang mengalaminya. Memang apa sebenarnya masalah itu? Kata orang sih, definisi dari masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Jadi, apa yang terjadi di kehidupan nyata tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Banyak orang yang putus asa dalam menghadapi masalah, bahkan sampai ada yang bunuh diri atau membunuh orang lain (how crazy they are).  Namun ingat satu hal, “Allah SWT tidak akan memberikan ujian diluar kemampuan hamba-Nya”. Kalimat yang sering dilontarkan oleh sahabat saya ketika saya mengalami suatu masalah adalah: “Jangan kayak orang yang gak punya Tuhan”. How powerful those words, kalimat yang sederhana namun memiliki makna yang sangat mendalam.

Masalah memang kerap kali menghantui kehidupan kita. Menguras banyak tenaga dan pikiran untuk menyelesaikannya. Membuat susah tidur, tak nafsu makan, sering melamun, marah-marah, bahkan sampai membuat kita menangis (berlebihan memang, tapi itu kenyataannya). Sebenarnya, masalah merupakan bumbu kehidupan. Ya, jika kehidupan kita datar-datar saja tanpa ada masalah, menurut saya itu justru membuat kita bosan dengan kehidupan kita sendiri (kata orang: “Life is never flat”). Masalah dapat memberikan pengalaman kepada kita. Contohnya, dari mengalami masalah tersebut jika kita mengalami masalah yang sama dikemudian hari maka kita dapat dengan mudah menyelesaikannya. Contoh lain bila ada seseorang yang mengalami masalah yang sama dengan yang pernah kita alami, maka kita dapat memberikan alternatif solusi kepada orang tersebut agar dapat menyelesaikannya.

Lanjut ke what I’m going to share about what I’m thinking of.

Read more

I wanna go to East Kalimantan, but Central Java is not bad :)

4

Ceritanya (biasa saya bilang “citanya”), saya dan temen-temen (30 orang) diberi kesempatan untuk magang di luar daerah lebih tepatnya di POLDA di seluruh Indonesia selama 3-4 bulan (masih belum jelas). Tiap POLDA kebagian satu mahasiswa. Waktu itu kami melaksanakan briefing di Bandung untuk menentukan siapa saja yang magang dimana saja. Nah, dengan semangatnya saya langsung browsing daerah mana yang masyarakatnya ramah dan ada tempat wisata yang bagus. Setelah mengunjungi beberapa situs, saya tertarik untuk magang di Kalimantan Timur. Waktu itu saya sudah fix untuk magang di KALTIM (waktu itu loh yaa :D).

Ini pantai yang tadinya ingin saya kunjungi di Kalimantan Timur:

images (3)Pantai Derawan

Read more

Tugas Besar J2SE – Aplikasi Surat Menyurat

5

Pada kesempatan kali ini saya membuat sebuah aplikasi java yaitu Aplikasi Surat-Menyurat. Aplikasi ini dapat digunakan oleh dua user, sebagai admin dan user/client. Aplikasi ini saya beri batasan yaitu aplikasi yang dibuat untuk Agenda Surat Menyurat SUBBAG Seleksi POLDA JAwa Tengah. Namun, data yang saya tampilkan pada screenshot aplikasi ini merupakan data dummy. Aplikasi ini mungkin sangat sederhana dan masih memiliki banyak kekurangan, ya karena saya masih dalam tahap belajar. Saya berharap postingan ini dapat berguna bagi pembacanya. Check it out🙂

Tampilan Menu Utama:

menu

Tampilan Input:

inputUntuk input surat terdiri dari surat masuk dan surat keluar. Surat masuk terdiri dari tanggal terima, nomor, nomor surat, tanggal surat, terima dari, isi, lampiran dan perihal. Sedangkan surat keluar terdiri dari tanggal, nomor, nomor surat, kepada, isi, lampiran dan perihal.

See more